Sekali Angkat Telpon, RIP Pelabuhan Badas Beres

oleh -38 views

SUMBAWA BESAR, SR (12/01/2016)

Hanya sekali angkat telepon, harapan Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Badas, Sentot Ismudiyanto dan jajarannya, terwujud. Rekomendasi Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang sudah hampir setahun mandeg di Propinsi, akan segera diterima. Padahal sebelumnya berbagai upaya dilakukan, rekomendasi yang akan diajukan ke pusat bagi perluasan Pelabuhan Badas belum juga terealisasi. Namun ketika Pimpinan Komisi IV DPRD NTB, Nurdin Ranggabarani SH MH berkunjung ke Pelabuhan Badas belum lama ini, semua itu klir. Nurdin Raba—akrab politisi PPP ini disapa yang baru mengetahui hal tersebut langsung menghubungi Kabid Perhubungan Laut Dishubkominfo Propinsi NTB, Tumiran. Nurdin mendesak agar rekom gubernur itu secepatnya diproses agar pengembangan Pelabuhan Badas yang namanya bakal dirubah menjadi Pelabuhan Manambai Abdul Kadir ini bisa dikembangkan atau diperluas. Tumiran memberikan klarifikasi bahwa prosesnya alot karena ada pertimbangan teknis dari Dinas Perhubungan dan Dinas Kelautan Perikanan. Untuk pertimbangan teknis dari Dinas Perhubungan sudah klir sedangkan dari Dinas Kelautan baru terbit 7 Januari kemarin. “Secepatnya pak kami rekom itu kami kirim ke pihak Pelabuhan Badas. Insya Allah besok pak,” janji Tumiran via telepon seluler.

Mendengar langsung percakapan itu Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Badas, Sentot Ismudiyanto merasa gembira. Dikatakan Sentot—akrab Ia disapa, RIP  ini sudah dilakukan study dan disusun pertengahan Tahun 2015 lalu. Untuk mendapat persetujuan dan mendapat anggaran pusat, harus disertai dengan rekomendasi bupati dan gubernur. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik yang cepat merespon usulannya untuk mendapatkan rekomendasi dari kabupaten. “Tidak sampai sebulan, rekom dari bupati turun,” akunya. Selanjutnya dibutuhkan rekomendasi Gubernur sebagai bahan pengajuan ke pusat. Surat yang disampaikan ke gubernur melalui Kepala Bapeeda belum mendapat jawaban. Persoalan ini sempat ditanyakan melalui Kadishub Propinsi yang kemudian menfasilitasinya melalui pertemuan dengan sejumlah instansi terkait seperti Bappeda, Perhubungan, Perikanan, Pertanahan dan lainnya guna mendorong percepatan terbitnya RIP. Meski telah sepakat dan komit, tapi rekom dari Gubernur belum juga terbit. “Kami sebenarnya berharap awal Desember 2015 sudah bisa mendapat jawaban dari propinsi karena target kami biar bisa mengembangkan pelabuhan pada tahun ini,” ujarnya.

Baca Juga  GOR Bulutangkis Pragas Mirip Gudang dan Tidak Layak

Nurdin Raba dan Syahbandar 1Pengembangan pelabuhan ini di antaranya meliputi penambahan fasilitas sisi laut, sisi darat, penempatan rambu-rambu navigasi, pengembangan kolam pelabuhan, perluasan pintu masuk dengan mengeruk pendangkalan guna mengatasi waiting time kapal yang ingin bersandar yang selama ini memakan waktu hingga berhari-hari. “Tanpa RIP kita tidak akan bisa melakukan semua itu. selain tidak adanya dukungan dana dari pemerintah pusat, jika dipaksakan akan melanggar aturan,” tukasnya. Ia mengaku bersyukur kehadiran Nurdin Ranggabarani sebagai pimpinan Komisi yang menangani Bidang Pembangunan, Infrastruktur dan Perhubungan, membawa berkah karena mampu mengatasi masalah dan merealisasikan harapan. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.