Penahanan Tiga Mantan Pejabat Bank NTB Ditangguhkan

oleh -10 views
Mantan Dirut Bank NTB Sumbawa, MA Diperiksa Polisi

SUMBAWA BESAR, SR (11/01/2016)

Setelah seminggu mendekam di balik jeruji besi sel tahanan Polres Sumbawa, tiga mantan pejabat Bank NTB Sumbawa akhirnya menghirup udara segar. Pasalnya penahanan ketiganya yakni MAR (mantan pemimpin), MAB (Wakil Pimpinan) dan SN (mantan Penyelia Administrasi dan Kredit), ditangguhkan pihak kepolisian Polres Sumbawa, Senin (11/1) siang tadi.

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK yang dikonfirmasi SAMAWAREA di ruang kerjanya, mengakui penangguhan penahanan tersebut. Permohonan ini dikabulkannya sesuai hasil koordinasi dengan penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) selaku pihak yang menangani kasus tersebut. Para tersangka selama ini dinilai sangat kooperatif selama pemeriksaan. Apalagi sudah ada jaminan dari keluarga dan pemimpin Bank NTB Sumbawa bahwa para tersangka ini tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti serta tidak akan mengulangi perbuatannya. Namun demikian proses hukum kasus dugaan penyimpangan Proses Pemberian Kredit Mitra Wirausaha (KMWU) di PT Bank NTB Cabang Sumbawa ini terus berlanjut. Pihaknya sudah mengirim SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) kepada pihak kejaksaan yang nantinya akan diikuti dengan pengiriman berkas perkara.

Di bagian lain Kapolres yang rutin menjadi khatib Sholat Jumat ini, mengaku masih menunggu persetujuan pemblokiran rekening para tersangka dari Bareskrim Mabes Polri. Permohonan pemblokiran ini sudah diajukan mengingat rekening para tersangka menjadi salah satu alat bukti yang akan diajukan ke persidangan, di samping untuk mengungkap aliran dana di rekening tersebut.

Baca Juga  Berantas Pungli, Polda NTB Luncurkan IPP Berbasis TI

Seperti diberitakan, tiga mantan pejabat teras Bank NTB Cabang Sumbawa ini resmi ditahan sejak Senin (4/1) lalu. Hal ini menyusul keterlibatan mereka dalam kasus dugaan penyimpangan Proses Pemberian Kredit Mitra Wirausaha (KMWU) di PT Bank NTB Cabang Sumbawa yang terjadi 2007 lalu namun mulai ditangani polisi awal 2015. Bermula dari pemberian kredit kepada 151 karyawan PTNNT senilai total Rp 7,5 miliar dengan kisaran Rp 50 juta per orang. Namun dalam pencairan kredit diduga tidak sesuai prosedur, karena pencairannya diduga dilakukan langsung tanpa ada pengecekan lapangan dan jaminan dari kreditur. Audit investigasi BPKP mengungkap kerugian negara mencapai Rp 2.388.963.150 (Rp 2,38 M). Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, polisi menetapkan tiga orang tersangka sejak Juli 2015 lalu. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.