Polisi Blokir Rekening Mantan Pejabat Bank NTB

oleh -7 views
Tersangka Kasus Bank NTB saat menjalani pemeriksaan penyidik Unit Tipikor Reskrim Polres Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (08/01/2016)

Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa melakukan pemblokiran rekening tiga mantan pejabat Bank NTB Cabang Sumbawa yang menjadi tersangka kasus penyimpangan kredit dan kini mendekam di balik jeruji besi sel tahanan Polres Sumbawa. Langkah ini dilakukan polisi karena rekening milik para tersangka yakni MAR (mantan pemimpin), MAB (Wakil Pimpinan) dan SN (mantan Penyelia Administrasi dan Kredit), merupakan alat bukti yang mendukung proses penyidikan dan nantinya akan diajukan ke persidangan. “Pemblokiran rekening ini sudah kami ajukan. Sebelumnya pernah kami ajukan tapi ditolak Bareskrim dengan alasan bahwa kami belum melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Kini kami sudah periksa, dan pemblokiran kami ajukan kembali ” kata Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tri Prasetiyo, Jumat (8/1).

Untuk sementara ini AKP Tri—sapaan akrab perwira muda ini, pihaknya belum mengetahui berapa jumlah dana yang tercantum di dalam rekening para tersangka. Setelah rekening sudah diblokir dan menjadi alat bukti barulah diketahui berapa jumlahnya dan kemana saja ditransfer. Mengenai proses penyidikan, AKP Tri mengaku sudah dilakukan pemberkasan, hanya menunggu petunjuk jaksa untuk memastikan lengkap dan tidaknya berkas tersebut. Sedangkan permohonan penangguhan penahanan yang diajukan Pimpinan Bank NTB Sumbawa untuk ketiga tersangka belum lama ini, masih dalam pengkajian.

Baca Juga  Sasar Rumah Kosong, Maling Gondol Brankas

Tiga mantan pejabat teras Bank NTB Cabang Sumbawa resmi ditahan sejak Senin (4/1) lalu. Para tersangka ini akan menjalani masa penahanan selama 20 hari ke depan di sel tahanan setempat. Untuk diketahui kasus dugaan penyimpangan Proses Pemberian Kredit Mitra Wirausaha (KMWU) di PT Bank NTB Cabang Sumbawa terjadi 2007 lalu dan mulai ditangani polisi awal 2015. Bermula dari pemberian kredit kepada 151 karyawan PTNNT senilai total Rp 7,5 miliar dengan kisaran Rp 50 juta per orang. Namun dalam pencairan kredit diduga tidak sesuai prosedur, karena pencairannya diduga dilakukan langsung tanpa ada pengecekan lapangan dan jaminan dari kreditur. Audit investigasi BPKP mengungkap kerugian negara mencapai Rp 2.388.963.150 (Rp 2,38 M). Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, polisi menetapkan tiga orang tersangka sejak Juli 2015 lalu. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.