Jembatan Timbang Poto Tano Mangkrak dan Rusak  

oleh -52 views

Buang Anggaran 3,6 Milyar

TALIWANG, SR (08/01/2016)

Selain Pasar Desa Kawasan Agropolitan Alas-Utan di Dusun Wanagiri, Desa Sabedo, Kecamatan Utan, ada juga proyek sharing dana pusat dan propinsi yang bermasalah. Di antaranya Jembatan Timbang di Pelabuhan Penyeberangan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Inilah yang menjadi tujuan Pimpinan Komisi IV DPRD NTB untuk melihat secara langsung kondisi bangunan yang dibangun sejak Tahun Anggaran 2009 hingga 2014 dengan alokasi dana mencapai Rp 3,6 Milyar. Bangunan tersebut mangkrak dan belum difungsikan hingga saat ini. Meski belum difungsikan, informasinya bangunan itu sudah pernah dianggarkan biaya rehab karena kondisi bangunannya sudah mulai kropos. “Kami mendesak dinas terkait di Pemprov agar fasilitas itu segera difungsikan,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD NTB, Nurdin Ranggabarani SH MH kepada SAMAWAREA, Jumat (8/1).

Jembatan Poto Tano 4Ia mengaku sudah memanggil pihak Dishubkominfo NTB. Menurut Nurdin, alasan Dishubkominfo menerangkan bahwa fasilitas itu tidak dimanfaatkan sangat tidak rasional seperti kekurangan tenaga dan persoalan kewenangan dari provinsi akan ditarik pemerintah pusat. Yang tidak masuk akal, tidak ada pegawai yang mau ditempatkan di lokasi itu karena angker. “Ini alasan yang mengada-ngada,” tuding politisi PPP yang dikenal vocal tersebut. Selain mendapat penjelasan dari Dishubkominfo, Nurdin Raba juga mengaku telah menyampaikannya ke Gubernur NTB yang direspon dengan menggelar Rapat Pimpinan (Rapim). Dalam rapat itu Gubernur NTB sangat menyayangkan tidak difungsikannya jembatan timbang dimaksud.

Baca Juga  Jabatan Ketua DPRD Sumbawa Direbut Tiga Partai

Jembatan Poto Tano 6Mangkraknya Jembatan Timbang Poto Tano ini sangat berpengaruh terhadap pendapatan daerah. Hasil daerah yang dikirim keluar melalui Pelabuhan Poto Tano tidak bisa dideteksi terkait apa saja komoditas strategis Pulau Sumbawa dan berapa volumenya sulit diukur karena belum berfungsinya jembatan timbang. Tak hanya itu tidak terdeteksinya berat komoditas yang akan dikirim menyangkut keselamatan transportasi laut. Berat beban kendaraan yang naik ke kapal tidak diketahui, di samping beban kendaraan yang melintas melalui jalan raya karena ada oknum sopir nakal yang sengaja melebihkan tonase muatan dengan cara menerima muatan baru di tengah perjalanan. Nurdin Raba menilai tidak adanya jembatan ini kebocoran pendapatan daerah tidak bisa diprediksi. Ia mengestimasi pendapatan daerah per tahun dari jembatan timbang ini mencapai Rp 25 miliar. ‘’Pintu kendali kita bolong, lolos begitu saja. Estimasi saya kerugian kita antara Rp 15 miliar sampai Rp 25 miliar,” sebutnya.

Nurdin berharap dalam waktu tiga bulan ini, jembatan dimaksud difungsikan dalam tiga bulan ini. Jika terus diabaikan maka daerah tidak mampu menggali potensi yang ada untuk mendongkrak PAD dan tentunya daerah sangat dirugikan. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.