Dibangun Tak Bermanfaat, Pasar Wanagiri Mubazir

oleh -19 views

SUMBAWA BESAR, SR (08/01/2016)

Pasar Desa Kawasan Agropolitan Alas-Utan di Dusun Wanagiri, Desa Sabedo, Kecamatan Utan, dalam kondisi memprihatinkan. Selain dinilai mubazir karena menghambur-hamburkan uang karena tidak pernah dimanfaatkan, pasar yang dibangun menggunakan dana APBN dan APBD NTB Tahun Anggaran 2013 ini juga tidak terurus. Tampak dipenuhi tumbuhan liar dan terlihat bangunan rusak parah.

Luh Puri dan Komang—keduanya warga setempat mengakui jika pasar itu tidak pernah dimanfaatkan dan bangunan yang dibangun sangat mubazir. Ini karena saat pembangunannya tanpa urun rembug dengan masyarakat khususnya terkait masalah lokasi pembangunan dan bagaimana pemanfaatannya. Keengganan warga memanfaatkan pasar ini karena lokasinya yang menjorok ke dalam dan tidak strategis. Mereka lebih memilih berdagang di badan jalan karena lebih jelas terlihat para pengguna jalan.

Nurdin Raba Pasar 2Sekretaris Komisi IV DPRD NTB, Nurdin Ranggabarani SH MH yang berkunjung ke Pasar Agropolitan ini, kemarin, memastikan kondisi tersebut. Dalam kunjungannya, pasar itu terdiri dari dua los pasar dan dua los kios serta terdapat lokal besar dan 12 petak kios. Sayangnya, pasar yang dibangun menggunakan dana yang cukup besar tidak bermanfaat, dan mangkrak. Justru yang terlihat bangunan setempat disalahgunakan salah satunya dijadikan gudang. Dari serapan di lapangan, warga pernah memanfaatkan pasar itu selama 12 hari yaitu saat pembukaan. Setelah dicoba, tidak ada satupun pembeli yang mau berbelanja di kios ataupun pasar yang sudah disediakan ini. Pembeli justru lebih berhenti dan tidak turun dari kendaraannya berbelanja sejangkauan tangan. Pembeli enggan ke pasar itu karena harus masuk dengan medan yang agak menurun. Karena itu, Politisi Partai Persatuan Pembangunan ini mendesak stakeholder terkait untuk membenahi pasar tersebut agar bisa dimanfaatkan. “Harus ada cara sehingga produk agropolitan di wilayah sekitar dapat dipasarkan di pasar itu,” ucap Nurdin Raba—sapaan akrabnya. Bisa juga pasar tersebut direlokasi, atau mungkin dijual kepada pengusaha untuk dijadikan gudang. Nurdin Raba tidak bisa memastikan tidak termanfaatkannya pasar itu karena salah perencanaan. Pasalnya pembangunan pasar itu dilaksanakan ketika dia masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumbawa. “Yang merencanakannya Pemprov NTB,” katanya.

Baca Juga  Haji Jarot: Partai Hanura Bagian dari Keluarga Besar Saya

Nurdin Raba Pasar 3Sepulangnya dari kunjungan ini Nurdin Raba berjanji akan menggelar pertemuan dengan stakeholder terkait untuk membicarakan kondisi pasar sekaligus solusi dalam menanganinya. “Kami tidak ingin pasar ini hanya sekedar monumental, tanpa bisa dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD