Putusan Banding, Fud Syaifuddin Bebas

oleh -7 views

SUMBAWA BESAR, SR (06/01/2016)

Khabar gembira bagi Wakil Bupati Sumbawa Barat terpilih, Fud Syaifuddin ST. Pasalnya putusan Pengadilan Tinggi Mataram menguatkan putusan Pengadilan Negeri Sumbawa yang membebaskannya dari segala dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sumbawa atas kasus dugaan tindak pidana pemilu (Tipilu). Putusan itu diambil majelis hakim terdiri dari BW Charles Dauman SH MH selaku Hakim Ketua, dan dua Hakim Anggota, I Wayan Sastrawan SH MH dan RR Suryawati SH MH melalui Rapat Permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi setempat, Senin (4/1) kemarin yang kemudian diucapkan sidang dalam sidang terbuka untuk umum pada Selasa, 5 Januari 2016. “Kami baru menerima petikan putusannya saja, dan belum menerima salinan resmi dari putusan tersebut,” kata Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi SAMAWAREA melalui Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum), Feddy Hantyo Nugroho SH, Rabu (6/1).

Petikan putusan banding PT Mataram bernomor 81/Pid.Sus. Pilkada/2015/PT/PTMTR ini ungkap Feddy, baru saja diterima dari Pengadilan Negeri Sumbawa. Untuk melakukan eksekusi terhadap putusan itu, pihak kejaksaan masih menunggu salinan resmi dari PT Mataram. Menurut Feddy, putusan banding ini bersifat final.

Divonis bebas saat di Pengadilan Negeri Sumbawa, Fud menangis
Divonis bebas saat di Pengadilan Negeri Sumbawa, Fud menangis

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Sumbawa tidak terima dengan vonis bebas yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sumbawa, 22 Desember 2015 lalu. Untuk itu Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Mataram. JPU menuntut terdakwa 3 bulan penjara karena menilai perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 187 ayat (2) jo pasal 69 huruf b UU RI No. 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas UU No. 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perpu No. 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi UU. Yaitu dengan sengaja menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon Gubernur, calon bupati dan/atau partai politik. Putusan bebas yang diterima Fud ini, karena hakim menyatakan bahwa orasi yang disampaikan dalam kampanye Pilkada oleh Fud Syaifuddin selaku terdakwa yang dituding menghina etnis tertentu, tanpa unsur kesengajaan. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Lempar Bus, 5 Orang Dicokok Polisi

No More Posts Available.

No more pages to load.