Pasien Tidak Mampu Alami Gizi Buruk

oleh -4 views

SUMBAWA BESAR, SR (05/01/2016)

Jini Aprimaulana tergolek lemas di Zaal Anak RSUD Sumbawa. Kondisi bocah berumur 9 tahun ini sangat memprihatinkan. Hasil diagnosa dokter, bocah tersebut mengalami gizi buruk. Jini demikian dia disapa sudah seminggu dirawat dan seluruh biaya perawatan dan pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan karena terdaftar sebagai peserta perusahaan asuransi milik pemerintah ini. Jini adalah anak pasangan Hermanto (40) dan Yuyun Indrawati (30) berasal dari keluarga tidak mampu. Ayahnya yang hanya bekerja sebagai buruh di Pasar Seketeng  harus bersusah payah untuk menghidupi tiga orang anaknya termasuk Jini terutama dalam memenuhi asupan gizi. Apalagi selama ini Jini diasuh neneknya di Desa Olat Rawa Kecamatan Moyo Hilir. Sedangkan Hermanto tinggal di Ai Awak Kelurahan Seketeng.

Hermanto—Ayah Jini mengaku tidak mengetahui gejala penyakit yang diderita pasien. Awalnya sakit di bagian perut lalu muntah-muntah. Jini kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Propinsi Manambai Abdulkadir. Namun hasilnya tidak ditemukan gejala penyakit apapun. Kemudian oleh keluarga Jini dibawa ke dokter spesialis anak yang kemudian divonis menderita gizi buruk seraya memberikan surat rujukan untuk mendapat perawatan medis di RSUD Sumbawa.

Sementara itu dr Koeswandono, S.PA—dokter yang menangani Jini mengatakan, saat dibawa ke RSUD beratnya hanya 14 kilogram dan hasil pemeriksaan di laboratorium mengungkap status gizinya di bawah standar. Kondisi ini terjadi kemungkinan asupan gizi di rumahnya masih kurang sehingga terlihat perutnya berbentuk lingkaran. Setelah mendapat perawatan secara intensif, nafsu makannya tinggi dan berat badannya bertambah. Selain ditangani secara klinis, juga diobati penyakit primernya yaitu infeksi kronis yang ditemukan di saluran kencing yang menyebabkan suhu badannya tinggi kemudian berimbas pada kurangnya nafsu makan.  “Ada tahap-tahap penanganan status gizi itu mulai dari stabilisasi dulu, lalu fasenya meningkat ke perbaikan, untuk selanjutnya fase tumbuh pejar untuk meningkatkan kondisi fisiknya. “Kalau kondisinya sudah stabil panasnya hilang, nafsu makan bertambah, berat badannya signifikan kita rujuk ke Puskesmas,” jelas Dokter Kus—sapaan akrabnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Bangunan Retak, RSUD Sumbawa Ungsikan 143 Pasien di Halaman Kantor Bupati