Tahun 2015, Pelanggar Disiplin Sedikit, Dipecat Lebih Banyak

oleh -2 views

SUMBAWA BESAR, SR (03/01/2015)

Meski pelanggaran disiplin yang dilakukan anggota Polres Sumbawa terbilang sedikit jika dibandingkan Tahun 2014 lalu, namun pada Tahun 2015 jumlah anggota yang dipecat lebih banyak dari tahun sebelumnya. Dalam jumpa persnya, Sabtu (2/1) kemarin, Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammad SIK menyebutkan, pelanggaran disiplin yang dilakukan anggotanya mengalami penurunan yaitu 30 kasus Tahun 2014, menjadi 18 kasus Tahun 2015, dengan dominasi disersi atau tidak masuk kantor. Namun demikian untuk anggota yang dipecat karena berbagai pelanggaran lebih banyak pada Tahun 2015 yang mencapai 6 orang jika dibandingkan Tahun 2014 hanya 4 orang.

DPRD

Terjadinya peningkatan jumlah anggota yang di PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) ini ungkap Kapolres, karena banyak kasus-kasus lama yang baru disidangkan. Ini dilakukan saat kepemimpinannya, agar tidak menjadi utang beban di kemudian hari. Untuk menekan pelanggaran agar tidak muncul lagi kasus serupa yang dilakukan anggota, adalah dengan ketegasan. Ia tidak akan tebang pilih dalam melakukan tindakan tentunya sesuai aturan. Termasuk pelanggaran yang berkaitan dengan tindak pidana bisa direkomendasikan PTDH meski hanya menjalani hukuman minimal 3 bulan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrach). Selain itu pihaknya juga akan merubah pola pembinaan terhadap anggota yang melakukan pelanggaran disiplin. Selama ini para pelanggar dijatuhi hukuman berada di tempat khusus atau disel selama 21 hari. Kini akan dirubah dengan menempatkan anggota bersangkutan di masjid dengan melaksanakan ibadah selama menjalani hukuman. “Dia tidur di masjid, menjalani sholat lima waktu secara berjamaah, adzan, dan mengikuti majelis ta’lim. Semua kegiatannya akan diawasi bahkan diabsen oleh imam maupun pengurus masjid setempat. Demikian dengan agama lainnya akan diserahkan kepada pemangku agamanya masing-masing untuk melakukan ibadah sesuai kepercayaannya,” jelas Kapolres.

Baca Juga  Jelang Pilkada, Kapolres, Kajari dan Dandim KSB Sambangi Ketua Parpol

Ia berharap dengan cara ini, anggota tersebut bertobat dan melakukan instropeksi diri bahwa apa yang dilakukannya tidak hanya merugikan diri sendiri tapi juga keluarga dan lingkungannya. Bahkan amanah yang diberikan dalam mengemban tugas sebagai anggota polisi tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, bangsa dan negara namun juga utamanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. “Semoga cara ini lebih efektif. Sebab cara lama dengan memasukkan mereka ke dalam sel, cenderung membuat sikap anggota itu lebih parah dari sebelumnya,” pungkasnya. (JEN/SR)

DPRD DPRD