Malaria Hantui Warga Tiang Enam Taliwang

oleh -4 views

TALIWANG, SR (29/12/2015)

Warga di Lingkungan Tiang Enam Kecamatan Taliwang kini mulai resah. Pasalnya, wabah malaria mulai menyerang warga setempat. Hal ini menyusul banyaknya anak-anak maupun orang dewasa yang harus mendapat pelayanan medis karena menderita penyakit tersebut. Karenanya warga mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait turun tangan melakukan penyemprotan agar wabah tersebut tidak meluas.

Jamaluddin—warga setempat kepada SAMAWAREA, Selasa (29/12) mengakui kondisi tersebut. Ia mendesak Dinas Kesehatan menyikapi serius persoalan tersebut dengan melakukan fogging (pengasapan) sebagai upaya pemberantasan sarang nyamuk penyebab malaria. Demikian dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) juga turun tangan mengatasi masalah sampah yang sudah menumpuk dan menjadi salah satu factor perkembangbiakan jentik malaria. “Jangan sampai sudah banyak korban baru bergerak. Ini persoalan serius yang harus disikapi secara luar biasa,” tukas Ami Jamal—sapaan akrabnya.

Sekedar diketahui, penyakit malaria diawali dengan parasit plasmodium yang ditularkan nyamuk untuk menyerang sel darah merah. Sampai saat ini ada empat jenis plasmodium yang mampu menginfeksi manusia yaitu plasmodium vivax, plasmodium malariae, plasmodium ovale dan plasmodium falciparum. Plasmodium falciparum merupakan yang paling berbahaya dan dapat mengancam nyawa. Banyak yang mengira penyakit malaria sama dengan demam berdarah karena punya gejala yang mirip dan sama-sama ditularkan oleh nyamuk. Namun perlu diketahui bahwa keduanya berbeda. Malaria disebabkan oleh nyamuk anopheles yang membawa parasit plasmodium, sementara demam berdarah disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang membawa visrus Dengue. Gejala malaria mirip dengan gejala flu biasa. Penderita mengalami demam, menggigil, nyeri otot persendian dan sakit kepala. Penderita mengalami mual, muntah, batuk dan diare. Gejala khas malaria adalah adanya siklus menggigil, demam dan berkeringat yang terjadi berulang-ulang. Pengulangan bisa berlangsung tiap hari, dua hari sekali atau tiga hari sekali tergantung jenis malaria yang menginfeksi. Gejala lain warna kuning pada kulit akibat rusaknya sel darah merah dan sel hati.
Mereka yang berisiko mengalami malaria antara lain anak-anak dan bayi, wanita hamil dan janinnya. Untuk pencegahan dan cara pengobatan biasanya dengan menjauhkan nyamuk dari manusia yaitu menggunakan obat nyamuk atau jaring nyamuk. Selain itu melakukan foging (pengasapan) di tempat-tempat endemik malaria. Paling penting lingkungan harus bersih dengan membiasakan pola hidup bersih sehat (PHBS). Sebab pencegahan lebih penting daripada mengobati. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Pasien Tidak Mampu Alami Gizi Buruk