H Husni: Saya Punya Hak Prerogatif, Bukan Tim Sukses !

oleh -2 views

SUMBAWA BESAR, SR (29/12/2015)

Pasca penetapan bupati dan wakil bupati Sumbawa terpilih, situasi birokrasi di lingkup Pemkab Sumbawa sempat gaduh. Birokrat yang mendukung calon terpilih bisa tersenyum lebar karena membayangkan ‘jatah’ jabatan yang akan diterima. Namun bagi birokrat yang mendukung calon yang tidak terpilih siap-siap untuk menerima ‘hukuman’ mulai dari jabatan dicopot hingga dipindahkan ke tempat yang tidak sesuai harapan. Yang patut diwaspadai juga adalah gerakan tim sukses yang mengaku dapat mengusahakan oknum pejabat yang kebingungan untuk menempati jabatan pada posisi tertentu. Sudah banyak birokrat yang tidak hanya bergolongan tinggi, tapi juga pegawai golongan rendah yang sudah menaruh harapan besar kepada para tim sukses. Untuk golongan rendah, minimal tidak ‘dibuang’ ke tempat yang kering atau jauh dari pusat kota.

Dikonfirmasi hal ini, Bupati Sumbawa terpilih, HM Husni Jibril B.Sc yang dicegat usai menghadiri acara Wisuda di Kampus UNSA, Selasa (29/12) menegaskan bahwa pemerintahan Husni-Mo tidak akan bertindak dzolim melainkan akan mengembalikan jabatan yang tepat kepada orang yang tepat. Mengenai kemungkinan adanya tim sukses yang menjanjikan seseorang untuk menempati jabatan tertentu, Haji Husni—akrab Bupati terpilih disapa, meminta agar tidak mempercayai hal tersebut. Menurutnya, menempatkan seseorang pada jabatan tertentu adalah hak prerogatif bupati dan tidak bisa dicampuri oleh tim sukses. Tim sukses telah berkomitmen hanya untuk memenangkannya menjadi bupati, mengawal sekaligus memberikan nasehat dan saran ketika dalam perjalanan kepemimpinnya melenceng dari aturan. “Jika ada pejabat demikian, berarti dia pejabat bodoh. Masa’ hak prerogatif bupati mau dicampuri tim sukses. Dan saya tegaskan tidak ada tim sukses yang mencampuri urusan bupati. Mereka juga sudah tahu watak saya yang tidak bisa diintervensi dan dipaksa-paksa,” tandasnya.

Baca Juga  Pansus DPRD Beri Catatan pada Penetapan Raperda APBD Sumbawa 2015

Ia hanya menghimbau aparatur pemerintah untuk bekerja dengan baik dan terus berprestasi. Sebab untuk mencopot seseorang harus melalui pertimbangan yang matang dengan melihat kinerja dan track recordnya. Ketika cukup berprestasi dan kinerjanya berdampak pada peningkatan pembangunan, maka posisinya dapat dipertahankan tanpa melihat dia mendukung siapa pada Pilkada kemarin. “Jadikan musuh itu sebagai sahabat. Meski dia tidak mendukung saya, mau tidak mau dan suka tidak suka, saya adalah bupatinya. Dan sebaliknya mereka adalah anak-anak saya yang pastinya akan membantu saya dalam membangun daerah ini,” pungkasnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD