Tiga Tersangka Kredit Bank NTB Batal Diperiksa

oleh -4 views
Tersangka Kasus Bank NTB saat menjalani pemeriksaan penyidik Unit Tipikor Reskrim Polres Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (28/12/2015)

Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa batal memeriksa tiga tersangka kasus kredit bermasalah Bank NTB Cabang Sumbawa. Pasalnya, kehadiran tiga tersangka berinisial MAR (mantan pemimpin), MAB (Wakil Pimpinan) dan SN (mantan Penyelia Administrasi dan Kredit) ini, Senin (28/12), tanpa dihadiri penasehat hukum. Ketiganya meminta waktu seminggu untuk menghadirkan kuasa hukum guna mendampinginya dalam pemeriksaan mendatang.

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammad SIK yang dikonfirmasi SAMAWAREA, mengakui diundurnya jadwal pemeriksaan ketiga tersangka kasus Bank NTB tersebut. Pemeriksaan akan dilakukan hingga ada penasehat hukum yang mendampingi mereka. “Para tersangka ini meminta waktu satu minggu untuk menunjuk dan mendapatkan pengacara. Jika tidak kami siap menyediakan pengacara,” kata Kapolres.

Penyidik tidak dapat melakukan pemeriksaan para tersangka tanpa didampingi pengacara. Sebab keberadaan pengacara merupakan hak tersangka sebagaimana aturan hukum yang berlaku. Menjawab kemungkinan para tersangka akan ditahan, Kapolres mengiyakannya. Menurutnya jika dari pertimbangan penyidik, para tersangka harus ditahan pasti akan dilakukan. Jika tidak ditahan tentu ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi para tersangka. ‘’Persoalan ditahan atau tidak, kita lihat hasil pemeriksaannya nanti,” tandasnya.

Untuk diketahui kasus dugaan penyimpangan Proses Pemberian Kredit Mitra Wirausaha (KMWU) di PT Bank NTB Cabang Sumbawa terjadi 2007 lalu dan mulai ditangani polisi awal 2015. Bermula dari pemberian kredit kepada 151 karyawan PTNNT senilai total Rp 7,5 miliar dengan kisaran Rp 50 juta per orang. Namun dalam pencairan kredit diduga tidak sesuai prosedur, karena pencairannya diduga dilakukan langsung tanpa ada pengecekan lapangan dan jaminan dari kreditur. Audit investigasi BPKP mengungkap kerugian negara mencapai Rp 2.388.963.150 (Rp 2,38 M). Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, polisi menetapkan tiga orang tersangka sejak Juli 2015 lalu. (JEN/SR)

 

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Kaca Mobil Dipecah Maling, Pengusaha Jagung Kehilangan Uang 150 Juta