Sidang Pemecatan Tukul, Tim Etik Polres Sumbawa Bertolak ke Bali

oleh -2 views

SUMBAWA BESAR, SR (28/12/2015)

Setelah bertolak ke Dompu untuk menyidangkan anggota yang terlibat narkoba, Tim Komite Kode Etik Profesi Polres Sumbawa yang dipimpin Wakapolres, akan bergeser ke Denpasar Bali. Di Pulau Dewata ini tim etik tersebut akan menggelar sidang kode etik profesi terhadap salah seorang anggotanya yang tengah menjalani masa hukuman selama 4 tahun penjara di salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) setempat. Adalah Brigadir Tukul, anggota yang terlibat kasus kecelakaan lalulintas yang menewaskan Arniyati sehingga berdampak terjadinya konflik (kerusuhan) bernuansa SARA di Kabupaten Sumbawa pada Tahun 2013 lalu. Tukul divonis 4 tahun penjara berdasarkan putusan Kasasi. “Kami jemput bola karena anggota yang terlibat tindak pidana sudah memiliki putusan hukum tetap (inkrach),” kata Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK kepada SAMAWAREA di ruang kerjanya, Senin (28/12).

DPRD

Rencananya keberangkatan Tim Komite Kode Etik Polres Sumbawa ke Bali pada 5 Januari 2016. Tim ini nantinya akan menyidangkan oknum anggota tersebut dengan meminjam tempat di Polresta Denpasar. Untuk diketahui di penghujung Tahun 2015 ini, Polres Sumbawa telah memecat sedikitnya 4 anggotanya. Pemecatan itu dilakukan dalam upacara PTDH. Namun keempatnya tidak hadir meski telah diundang menyusul adanya surat keputusan Kapolri. Namun demikian upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) yang dipimpin Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad, SIK tetap berlangsung. Keempat anggota yang dipecat ini adalah Brigadir Nur Amiruddin. Anggota ini tidak masuk kerja (disersi) selama 187 hari. Kemudian Brigadir Syarifuddin, disersi selama 122 hari. Selanjutnya Briptu Syaibatul Hamdi melakukan disersi sebanyak tiga kali yaitu 53 hari, 55 hari dan 32 hari. Sedangkan Briptu Wawan Suherman melakukan pelanggaran disiplin dan sudah disidang sebanyak lima kali. Selain itu melakukan penganiayaan tahanan, dan positif mengkonsumsi narkoba. Dengan adanya pemecatan ini mereka sudah bukan anggota polisi lagi. Semua hak dan kewenangannya sebagai anggota Polri sudah dicabut dan dikembalikan lagi menjadi anggota masyarakat biasa. (JEN/SR)

DPRD DPRD
Baca Juga  Prihatin Kondisi Nenek Miskin, TNI-Polri di Lobar Lakukan Tindakan Terpuji