Fud Syaifuddin: Ternyata Keadilan itu Benar-benar Ada

oleh -11 views
bebas, Fud disambut haru para pendukung

SUMBAWA BESAR, SR (22/12/2015)

Putusan bebas yang dijatuhkan majelis hakim PN Sumbawa disambut sukacita Fud Syaifuddin ST—calon wakil bupati KSB terpilih yang menjadi terdakwa dalam kasus tindak pidana pemilu (Tipilu). Sambil menangis, Fud langsung dipeluk keluarga dan pendukungnya yang sejak pagi tadi menemaninya di ruang sidang. Ditemui SAMAWAREA usai sidang, Fud—sapaan akrabnya, menyatakan bahwa putusan tersebut membuktikan bahwa keadilan itu benar-benar ada. Apa yang diputuskan majelis hakim bukan membela dirinya atau siapapun melainkan membela sebuah kebenaran dan keadilan. “Dari awal sudah saya katakan tidak pernah menghina orang lain. Apalagi saya akan menjadi pemimpin bagi masyarakat dan daerah KSB untuk lima tahun mendatang,” kata Fud.

Fud Syaifuddin bebas 2

Ia menyampaikan terima kasih kepada majelis hakim yang putusannya bukan hanya baginya selaku terdakwa namun juga untuk masyarakat Sumbawa Barat pada umumnya. Demikian dengan JPU yang dinilai telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Apapun langkah yang ditempuh JPU dalam menyikapi putusan bebasnya, harus dihormati. Ke depan persoalan ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, bahwa segala tindakan yang dinilai merugikan orang lain akan berisiko hukum. Selaku pemimpin KSB ke depan, Ia akan selalu terbuka dengan kelompok manapun dan menebar kebaikan dengan siapa saja. “Mari kita buka peluang bagi seluruh golongan selama aturan masih berlaku dan sepanjang mereka melaksanakan aturan dengan baik. Silakan datang ke KSB untuk berinvestasi karena kami siap menerima dan selalu terbuka,” tandasnya.

Baca Juga  Presiden Jokowi Tolak Empat Usulan Revisi UU KPK oleh DPR
Fud Syaifuddin ST
Fud Syaifuddin ST

Seperti diberitakan, Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat terpilih, Fud Syaifuddin ST, divonis bebas pada sidang putusan tindak pidana pemilu (Tipilu) di Pengadilan Negeri Sumbawa Besar, Selasa (22/12). Ketua Majelis Hakim, Hary Supriyanto SH MH didampingi dua anggotanya, Patria Gunawan SH dan Reza Tyrama SH pada sidang kemarin, menyatakan bahwa orasi yang disampaikan dalam kampanye Pilkada oleh Fud Syaifuddin selaku terdakwa yang dituding menghina etnis tertentu, tanpa unsur kesengajaan. Karena itu majelis hakim tidak sependapat dengan unsur “dengan sengaja” dalam dakwaan JPU. Apa yang dilakukan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan tunggal JPU. “Memutuskan membebaskan terdakwa dari dakwaan JPU dan memulihkan harkat martabat terdakwa seperti semula,” ucap Ketua Majelis Hakim, Hary Supriyanto SH MH. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.