Pelantikan Bupati Sumbawa Terpilih Awal Juni 2016

oleh -12 views
Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik

SUMBAWA BESAR, SR (20/12/2015)

Pemerintahan Drs H Jamaluddin Malik—Drs H Arasy Muhkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa akan berakhir 16 Januari 2015. Artinya Kabupaten Sumbawa akan memiliki pemimpin baru yang terpilih pada Pilkada Sumbawa yaitu pasangan HM Husni Djibril B.Sc—Drs H Mahmud Abdullah. Namun untuk melanjutkan kepemimpinan tersebut harus menunggu paling lambat awal Juni 2016. “Pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih akan dilaksanakan akhir Mei atau awal Juni 2016,” kata Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik saat memberikan sambutan pada acara pisah kenal Kajari Sumbawa, Sabtu (19/12) malam.

Pelantikan yang dilaksanakan pertengahan Tahun 2016 itu karena masih ada beberapa daerah yang masa jabatan bupati dan wakil bupatinya berakhir April 2016. Mendagri sudah menawarkan kepala daerah dimaksud untuk berhenti dan semua gaji maupun tunjangan hingga April 2016 mendatang akan diberikan sekaligus. Tapi hasil konsultasi dengan BPK dan KPK, cara seperti itu adalah pelanggaran. Untuk itu dengan masa 6 bulan ini, ungkap JM—sapaan singkat Bupati Sumbawa, akan ada pelaksana tugas (Plt) hingga pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

Selain itu JM juga mengatakan, mutasi atau penyegaran organisasi baru dapat dilakukan setelah 6 bulan bupati dan wakil bupati terpilih dilantik. Dengan berseloroh JM mengatakan dengan waktu yang cukup lama ini, bupati sudah lupa siapa yang dijanjikan, demikian orang yang dijanjikan sudah lupa kalau dia pernah dijanjikan jabatan. Demikian dengan memutasi pejabat, juga tidak mudah. Ketika dia berprestasi dan bekerja dengan baik, tidak ada alasan kepala daerah menggantikannya. Ketika ini dipaksakan maka akan ada gugatan, dan orang bersangkutan wajib dikembalikan ke jabatan semula dan segala tunjangannya juga harus diberikan. Untuk itu JM berharap aparatur pemerintah dapat bekerja dengan baik dan ikhlas karena jabatan itu adalah amanah yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Untuk pengawasan penggunaan anggaran juga jauh lebih ketat. Penggunaannya harus jelas dan transparan. JM mencontohkan kegiatan Festival Moyo yang menjadi kegiatan lintas sector. Honor kepanitiaan hanya diberikan kepada non PNS, sedangkan panitia dari kalangan PNS dilarang menerima honor. Contoh lainnya, tidak ada lagi item anggaran di Dinas Diknas  bernomenklatur peningkatan kualitas dan pemberdayaan guru karena dianggap masih ada celah untuk diakali yang memunculkan pemufakatan jahat. Harus jelas nomenklaturnya yaitu menyekolahkan guru. “Ini tugas berat bagi bupati mendatang, dan kami juga sampaikan informasi ini kepada pimpinan DPRD maupun Sekda agar birokrasi bisa berjalan sesuai aturan,” tandasnya.

Baca Juga  Terseret Bah, Nyawa Efan Diselamatkan TNI
Ketua KPU Sumbawa bersama Sekda dan Kepala Kesbangpoldagri Sumbawa
Ketua KPU Sumbawa bersama Sekda dan Kepala Kesbangpoldagri Sumbawa

Ketua KPU Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat S.Ag, mengakui rencana pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada Bulan Mei atau Juni 2016 sebagaimana informasi dari Bupati Sumbawa berdasarkan hasil koordinasi dengan Gubernur NTB. Memang diakui dari tahapan KPU yang ada, mengacu pada periodesasi jabatan bahwa JM—Arasy akan mengakhiri masa jabatan 16 Januari 2016 mendatang yang semestinya sudah ada penggantinya. Namun persoalan pelantikan bupati terpilih itu menjadi ranah pemerintah yaitu Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Untuk prosesnya, KPU pada Senin, 21 Desember besok akan menggelar Rapat Pleno terbuka penetapan calon bupati an wakil bupati terpilih, yang selanjutnya 23 Desember mengusulkan kepada Mendagri melalui DPRD Sumbawa. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD