Upaya Balas Jasa, HUSNI MO Diisukan Bentuk Kabinet Bayangan

oleh -1 views

SUMBAWA BESAR, SR (18/12/2015)

Setiap pasangan calon dalam menghadapi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati sudah menyiapkan ‘kabinet bayangan’ yang disusun untuk menjalankan roda organisasi ketika mereka terpilih. Kabinet ini juga disiapkan untuk menarik simpatik birokrasi dan sebagai upaya balas budi. Kemungkinan inilah yang terjadi di Pilkada Sumbawa. Sebelum Pilkada hanya dua pasangan yaitu SAAT JAYA dan HUSNI MO yang menjadi lirikan pejabat birokrasi. Mereka terbelah memilih atau mendukung salah satu dari pasangan tersebut, meski ada juga yang berdiri di dua kaki dan baru muncul, merapat, dan intensif melakukan komunikasi setelah ada calon yang meraih suara terbanyak.

Beberapa nama pejabat yang diindikasikan berada di balik layar kesuksesan pasangan HUSNI MO (HM Husni Jibril—H Mahmud Abdullah) sudah terbaca jauh sebelum Pilkada digelar. Tim Litbang SAMAWAREA berhasil mengidentifikasi beberapa nama di antaranya yaitu Sudirman Malik (Kadis Diknas Sumbawa), Syahril S.Pd (Kepala Arpusda), Drs Arif M.Si (Kepala Kesbangpoldagri), Wirawan ST M.Si (Kepala KPPT), M Taufik Hidayat MT (Kabid di Dishubkominfo), Zainal Arifin M.Si (Kabid di Disnakertrans), dan Jamaluddin Maladi (Kepala Workshop PU Propinsi) serta banyak yang lainnya. Sebagai orang yang berjasa, nama-nama ini tentu menjadi prioritas HUSNI-MO untuk diberikan jabatan strategis dan pantas bagi mereka sesuai kompetensi yang dimiliki. Sebab dalam penataan birokrasi harus sesuai aturan melalui uji kompetensi, jadi tidak ada staf yang loncat memegang jabatan tinggi tanpa melalui uji kompetensi, dan sesuai kepangkatan atau golongan.

Baca Juga  “Jangan Mimpi Sejahtera Jika Jokowi-Ma’ruf Amin Kalah di Sumbawa”

Sumber terdekat HUSNI MO menyebutkan, sejumlah pejabat yang ‘berjasa’ ini sudah lama menjalin komunikasi dengan pasangan calon bupati dan wakil bupati peraih suara terbanyak tersebut. Bahkan informasinya HUSNI MO sudah bertanya kepada mereka mau kemana atau ingin memegang jabatan apa. Apalagi ada beberapa jabatan yang lowong serta harus dievaluasi karena dijabat oleh orang yang sama hingga melebihi 5 tahun. Seperti kekurangan jabatan Asisten (Asisten III) sesuai amanat UU. Kemudian kepala DPPK, Kadis Pertanian, dan Kadis Kelautan dan Perikanan yang sudah harus dievaluasi karena sudah melebihi masa jabatan lima tahun. Ada juga jabatan Kadis yang harus disegarkan karena tidak produktif disamping menyusul adanya promosi jabatan dan upaya balas jasa.

Dari beberapa nama di atas, Sudirman Malik jika tidak diusulkan menjadi Sekda, kemungkinan akan tetap berada di posisi Kadis Diknas Sumbawa atau dipromosi menjabat Asisten Sekda. Syahril S.Pd kemungkinan dipromosi menjadi Kadis Diknas ketika Dirman Malik telah mendapat posisi baru. Drs Arief M.Si yang dinilai pejabat yang bisa ditempatkan dimana saja, kemungkinan besar akan digeser ke Kepala BPMPD, atau Asisten. Wirawan ST M.Si yang diinformasikan menjadi pemikir dan tim pakar HUSNI MO sepertinya mendapat tawaran tiga posisi yaitu Kepala Bappeda, Kadis PU dan Kepala DPPK. Namun yang lebih pas, mantan Kabag Humas dan Kabag APP ini menduduki jabatan Kepala DPPK. Selanjutnya Taufik Hidayat MT akan diplot menjadi Kadishub atau Kepala Dinas PU sesuai kompetensi dan pengalaman kerjanya. Taufik akan menjadi saingan terberat Jamaluddin Malady S.Sos jika Kepala Workshop Propinsi ini tidak dipromosi ke Kepala BPM LH. Ada juga nama pejabat propinsi yang akan dibawa Husni Jibril yang bakal menduduki jabatan Kadis PU. Untuk Zainal Arifin, santer terdengar akan ditempatkan sebagai Kabag Humas dan Protokol Setda Sumbawa. Ipin sapaan akrab pejabat yang kini salah seorang Kabid di Disnakertrans Sumbawa juga diinformasikan sangat pas dipromosi menduduki jabatan Kabag APP atau Kepala KPPT. Meski demikian struktur jabatan ini bisa saja berubah, jika HUSNI MO berubah pikiran. Perubahan ini juga bisa disebabkan adanya kasak-kusuk dari pejabat lain yang juga dianggap berjasa dan pantas untuk dipromosi.

Baca Juga  YSB Usul 5 Tokoh Pulau Sumbawa Jadi Pahlawan Nasional

Dikonfirmasi hal tersebut, Calon Bupati Sumbawa terpilih, HM Husni Jibril, membantah adanya kabinet bayangan dan sudah menunjuk beberapa nama untuk diplot pada jabatan tertentu. “Tidak ada kabinet bayangan, itu informasi menyesatkan,” bantahnya saat dicegat SAMAWAREA usai menghadiri rekapitulasi perolehan suara tingkat kabupaten di Hotel Sernu Raya, belum lama ini. Ia belum memikirkan persoalan tersebut karena belum dilantik sebagai Bupati Sumbawa. Ketika sudah dilantik dan melaksanakan tugas sebagai bupati, barulah ini dipikirkan dan menyusun siapa-siapa yang pantas untuk dipertahankan, dipromosi dan digeser. “Yang kami lakukan sederhana saja, yaitu mengisi posisi yang tepat oleh orang yang tepat,” pungkasnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD