Dirman Malik atau Manggaukang Raba ?

oleh -14 views

Dua Nama Calon Sekda di Pemerintahan HUSNI MO

SUMBAWA BESAR, SR (17/12/2015)

Jauh sebelum pelaksanaan Pilkada Sumbawa, dua nama pejabat ini santer dibicarakan. Bahkan keduanya semakin hangat menjadi bahan perbincangan setelah kemenangan pasangan HM Husni Jibril B.Sc—Drs H Mahmud Abdullah (HUSNI MO) pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, periode 2016—2021. Kedua nama tersebut adalah Sudirman Malik S.Pd dan Manggaukang Raba. Dirman Malik dan Manggaukang sudah lama diwacanakan untuk mendapat posisi Sekda Sumbawa jika HUSNI MO terpilih. Mengenai siapa yang pantas ini akan dilihat dari sisi kepangkatan dan kecakapan.

Sudirman Malik yang kini menjabat sebagai Kadis Diknas Sumbawa adalah adik kandung Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik. Sudah menjadi rahasia umum jika Dirman Malik menjadi salah satu aktor di belakang layar bagi kemenangan pasangan HUSNI MO. Dukungan Dirman Malik dianggap sangat berperan besar dalam menggaet dan mendulang suara dari potensi guru di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa. Dirman rela berseberangan politik dan beda pilihan dengan kakaknya yang mengusung pasangan SAAT JAYA kendati dalam beberapa kesempatan melakukan bantahan terhadap informasi tersebut dan tetap bersikap netral. Tentunya ‘pengorbanan’ Dirman Malik harus dibayar mahal oleh pasangan HUSNI MO sebagai upaya balas budi.

Sementara Manggaukang Raba adalah Kepala Biro Ekonomi Pemprov NTB yang namanya sudah lebih dulu santer ketimbang Dirman Malik. Manggaukang juga sudah lama menjadi sahabat Calon Bupati Husni Jibril yang bukan hanya saat menjabat sebagai anggota dan pimpinan DPRD Sumbawa tapi juga ketika Husni berjibaku menjadi anggota parlemen Udayana selama tiga periode. Kedekatan emosional Manggaukang dan Husni ini diperkuat dengan hubungan yang sangat kental antara Bupati terpilih tersebut dengan Nurdin Ranggabarani—adik kandung Manggaukang. Nurdin Raba—panggilan singkatnya, pernah bersama Husni Jibril dan Muh Amin (Wagub NTB) memimpin DPRD Sumbawa selama beberapa periode. Mereka dikenal dengan sebutan tiga serangkai yang tidak pernah terpisahkan. Meski partainya mendukung pasangan lain pada Pilkada Sumbawa, namun Nurdin Raba berani mengambil resiko mendukung koleganya, Husni Jibril. Ketika salah satu dari dua nama ini yang terpilih, bisa jadi satu nama akan kecewa dan memantik penyesalan. Ini yang sangat berat bagi Husni Jibril untuk menentukan pilihan dalam mengusulkan siapa yang pantas.

Baca Juga  Puncak HBA, Kejari Sumbawa Berikan Penghargaan kepada 14 Media Massa

Ditanya soal dua nama itu, Calon Bupati Sumbawa terpilih, HM Husni Jibril B.Sc, menyatakan tidak ada informasi mengenai perebutan jabatan sekda tersebut. Siapa yang akan diusul untuk memegang jabatan tertinggi di birokrasi ini masih terlalu dini, dan tidak mudah karena ada UU ASN yang mengaturnya. Namun demikian untuk jabatan-jabatan strategis ketika mereka masih mau dan mampu, serta dinilai sebagai orang yang tepat dan masih pantas, akan tetap dipertahankan. “Kalau ada wartawan yang mau jadi sekda, ayo,” candanya.

Sementara itu sumber SAMAWAREA yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, bahwa mengganti Sekda tidak mudah, apalagi memplot dua nama, Dirman Malik dan Manggaukang Raba. Sebab siapapun memiliki kesempatan yang sama ketika memenuhi persyaratan untuk diusulkan menduduki jabatan Sekda. Nantinya mereka akan diuji kompetensi langsung dari pusat. Dan untuk membicarakan siapa pengganti Drs H Rasyidi masih terlalu dini. Pertama, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa terpilih diperkirakan bulan Juni atau Juli 2016. Artinya jika dihitung dari sekarang H Rasyidi masih menjadi Sekda untuk 6 bulan ke depan. Kedua, dalam aturannya juga bupati dan wakil bupati berhak mengusulkan mutasi atau penyegaran organisasi setelah 6 bulan pasca pelantikan yang artinya pada Bulan Januari 2017. Jika masa ini ditambah, H Rasyidi masih setahun menjabat sebagai Sekda dari tinggal 4—5 tahun memasuki masa pensiun. Melihat kecakapan dan kompetensi H Rasyidi selama menjadi Sekda, rasanya sulit mencari pengganti yang setara. Jika harus diganti, pastinya HUSNI-MO atau Gubernur NTB sudah menyiapkan jabatan layak bagi Haji Rasyidi, minimal menjadi kepala dinas di propinsi atau Kepala Biro Keuangan Pemprov NTB sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Kemungkinan besar juga di masa transisi pemerintahan pasca JM—Arasy purna bhakti dan pra pelantikan bupati dan wakil bupati Sumbawa, Gubernur bisa menunjuk H Rasyidi sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Sumbawa selama 6 bulan. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb