Cawabup KSB Terpilih Dituntut 3 Bulan Penjara

oleh -15 views

Denda 6 Juta Subsider 2 Bulan Kurungan

SUMBAWA BESAR, SR (18/12/2015)

Calon Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (Cawabup KSB) terpilih, Fud Syaifuddin ST, dituntut 3 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan kasus Tindak Pidana Pemilu (Tipilu) di Pengadilan Negeri Sumbawa, Jumat (18/12). Selain itu pasangan Dr H Musyafirin ini dibebankan denda sebesar Rp 6 juta subsider 2 bulan kurungan. Dalam tuntutan tersebut Tim JPU terdiri dari Feddy Hantyo Nugroho SH, Yandi Primanandra SH dan Dita Rahmawati SH ini menilai perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 187 ayat (2) jo pasal 69 huruf b UU RI No. 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas UU No. 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perpu No. 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi UU. Yaitu dengan sengaja menghina seseorang, agama, suku, ras golongan, calon Gubernur, calon bupati dan/atau partai politik.

Dalam menjatuhkan tuntutannya di hadapan Ketua Majelis Hakim, Hary Supriyanto SH MH, JPU mempetimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam rangka menciptakan kondusifitas daerah pada pemilihan kepala daerah (Pilkada). Dan Perbuatan terdakwa menimbulkan rasa sakit hati bagi Dr Ir Abdul Hakim MM—Penjabat Bupati KSB selaku pelapor. Sedangkan yang meringankan adalah, terdakwa mengaku terus terang, tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangan, bersikap sopan selama dalam persidangan, dan sebagai tulang punggung keluarga. Terhadap tuntutan ini, terdakwa langsung menyatakan akan melakukan pembelaan yang akan disampaikan pada persidangan, Senin (21/12) mendatang.

Baca Juga  Pol-PP KSB Amankan Ribuan Petasan

Sidang tuntutan terhadap Cawabup KSB terpilih ini tidak seperti biasa. Ruang sidang dipadati pengunjung yang sebagian besar pendukung dan simpatisan terdakwa. Sempat ada informasi jika ratusan pendukung terdakwa datang ke PN Sumbawa. Mereka rencananya akan menggelar aksi demo. Namun informasi tersebut tidak benar, meski puluhan polisi dan TNI  bersenjata lengkap sudah siap siaga mengamankan Kantor PN Sumbawa.

Seperti diberitakan, Penjabat Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Abdul Hakim merasa terhina dan terancam akibat kampanye Fud Syaifuddin selaku Calon Wakil Bupati KSB dari Paket F3 yang dinilai berbau SARA dan mendiskreditkan dirinya baik selaku pribadi maupun jabatannya sebagai pejabat negara. Fud menduga ia tidak netral dan mendukung salah satu pasangan calon dalam Pilkada. Pernyataan Fud ini dinilai bisa memprovokasi masyarakat, indikasinya sudah ada gerakan masyarakat yang antipati kepadanya. Bahkan Ia mendapat informasi akan dilaksanakan unjukrasa tanggal 21 Desember mendatang oleh sekelompok masyarakat yang menuntut agar dirinya meminta maaf karena dianggap tidak netral. Hakim juga mengaku diminta untuk mundur dari jabatannya dalam waktu 3X24 jam dan mendesak pemerintah pusat untuk melantik penjabat bupati yang baru. Namun kesaksian itu dibantah terdakwa Fud. Ia menyatakan tidak benar dia menghina penjabat Bupati KSB dan tidak pernah menghujat suku manapun. Pernyataan yang dilontarkannya saat kampanye hanya sekedar mengingatkan penjabat Bupati untuk bersikap netral. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.