Peringati HKSN dan HDI, Penyandang Disabilitas Unjuk Gigi

oleh -19 views

SUMBAWA BESAR, SR (17/12/2015)

Puluhan penyandang disabilitas di Kabupaten Sumbawa merayakan Hari Kesetikawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Disabilitas Internasional (HDI). Bertempat di halaman Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Kamis (17/12) para penyandang disabilitas yang sebagian besar pelajar dari Sekolah Luar Biasa (SLB) ini unjuk kebolehan menampilkan Fashion Show, Dance, tarian dan Drama. Ini diperlihatkan jika mereka memiliki kemampuan yang sama dengan masyarakat normal lainnya. Selain itu mereka ingin tidak dipandang sebelah mata dan mendapat kesempatan yang sama seperti orang lain.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Dr M Ikhsan Safitri M.Si melaporkan bahwa peringatan yang digelar tersebut dimaknai sebagai refleksi kepedulian, keberpihakan dan dukungan terhadap eksistensi para penyandang disabilitas khususnya, dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) pada umumnya, sehingga muaranya adalah terwujudnya kesetiakawanan sosial yang tinggi. Mengangkat tema HDI “Wujudkan Masyarakat Inklusif melalui Undang–undang Disabilitas dan Strategi Multisektoral”, serta tema HKSN “Sehari Berbagi Satu Orang Satu”, mengajak menggugah perasaan dan empati terhadap kesulitan orang lain secara bersama–sama melalui aksi nyata, dan kesadaran bersama untuk kebaikan semua. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Sosial di antaranya donor darah, senam, jalan sehat, kampanye sosial di berbagai desa dan berbagai kecamatan, sarasehan nilai–nilai kepahlawanan. Data anak yang berkebutuhan khusus berdasarkan Sensus Tahun 2010 (usia sekolah) berjumlah 1.033 orang, yang mencakup tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, dan tuna daksa. Selanjutnya data siswa SLB Sumbawa TA 2015/2016 mencapai 127 siswa dengan 27 orang guru yaitu berkualifikasi sarjana 21 orang, D3 3 orang, S2 1 orang dan sedang menyelesaikan S2 sebanyak 2 orang. Beberapa prestasi yang diperoleh SLB Negeri Sumbawa Tahun 2015 tingkat siswa juara I desain grafis tingkat provinsi, juara I Olimpiade Matematika tingkat Provinsi, juara II Cipta Baca Puisi tingkat Provinsi, juara II Body Painting dan Fashion Show tingkat Provinsi, dan juara II Olimpiade Matematika SD tingkat Provinsi. Prestasi yang diraih guru dan kepala sekolah di antaranya juara I Kepala Sekolah Berdedikasi tingkat Provinsi, Juara II Guru Pendidikan Dasar Guru Berdedikasi, dan Juara juara III Guru Pendidikan Menengah “Guru Berdedikasi”.

Baca Juga  Yudisium 16 Mahasiswa, Fakultas Hukum IISBUD Siap Buka Pascasarjana

Disabilitas 1Sementara Asisten I Sekda Sumbawa Dr H Muhammad Ikhsan M.Pd yang membacakan sambutan Bupati Sumbawa menyampaikan, kesetiakawan sosial adalah nilai sikap dan prilaku sosial yang mengatur hubungan sosial antara warga satu dengan warga lainnya, dengan menumbuhkan sikap dan tindakan saling perduli dan berbagi yang dilandasi oleh kerelaan, kesetiaan, kebersamaan toleransi dan kesataraan guna meningkatkan harkat martabat dan harga diri setiap warga negara Indonesia. Adapun filosofi kesetiakawanan sosial adalah kepekaan rasa ingin menjadi bagian atau terlibat dari suatu keadaan sehingga muncul keinginan untuk menolong seseorang tanpa pamrih apapun. Sehingga esensi dari peringatan HKSN adalah untuk menggugah perasaan empati terhadap kesulitan orang lain secara bersama-sama melalui aksi nyata, dengan kata lain menggugah kesadaran bersama untuk kebaikan bersama.

Selanjutnya Asisten I menambahkan, peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang sebelumnya dikenal dengan Hari Internasional Penyandang Cacat (Hipanca) mengandung makna pengakuan akan eksistensi penyandang disabilitas sekaligus peneguhan komitmen seluruh bangsa untuk membangun kepedulian bagi perwujudan kemandirian, kesetaraan, dan kesejahteraan penyandang disabilitas. Harapannya, dengan peringatan HDI, undang-undang tentang hak penyandang disabilitas dapat tersosialisasi dengan baik di segala bidang kehidupan dalam rangka perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Disamping itu adanya peningkatan pemahaman kepedulian dan keberpihakan negara dan seluruh komponen masyarakat terhadap penyandang disabilitas. Yang tidak kalah pentingnya, melalui peringatan ini diharapkan dapat menciptakan akses pemberdayaan melalui UU disabilitas serta terwujudnya masyarakat yang ingklusif dalam aspek kehidupan. “Marilah kita terus membangun daerah ini dengan semangat kesetiakawanan sosial dan menjadikan  penyandang disabilitas sebagai bagian dari masyarakat Sumbawa yang perlu dilindungi hak-haknya,” ajaknya. Di sela-sela peringatan itu, Dinas Sosial membagikan bantuan kepada orang tua anak terlantar, dan penerima program bedah rumah. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD