Aparatur di Lingkup Pemkab Sumbawa Diliputi H2C

oleh -6 views

SUMBAWA BESAR, SR (17/12/2015)

Pasca Pilkada bukan akhir bagi para aparatur pemerintah di Kabupaten Sumbawa. Perbedaan pilihan saat Pilkada kemarin akan terus membayangi. Bagi yang mendukung calon terpilih sudah pasti berharap akan mendapat ‘balas budi’ dari perjuangannya. Bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi provokator dalam merongrong dan mengintimidasi aparatur yang berseberangan politik. Sedangkan yang berbeda pilihan menunggu nasib siap-siap untuk disingkirkan. Kondisi harap-harap cemas (H2C) pun melanda aparatur saat ini yang bisa jadi akan berdampak pada kegaduhan birokrasi. Itulah konsekwensi dari sebuah perbedaan politik, apalagi secara terang-terangan dan pasang badan memperlihatkan diri mendukung salah satu pasangan calon.

Calon Bupati Sumbawa terpilih, H Muhammad Husni Jibril B.Sc yang dicegat SAMAWAREA usai menghadiri rapat pleno rekapitulasi kabupaten, kemarin, mengatakan bahwa semua PNS sudah berpikir rasional sehingga tidak ada tekanan dari manapun, bahkan menolak untuk ditekan. PNS adalah masyarakat yang rasional yang menentukan pilihan bukan karena tekanan melainkan berdasarkan hati nurani. Dan mereka sangat mengetahui kepada siapa memberikan pilihan.

Bagi yang berbeda pilihan dan tidak mendukungnya pada Pilkada kemarin, mantan Anggota DPRD NTB yang berpasangan dengan Drs H Mahmud Abdullah ini meminta agar tidak cemas dan fokus dalam bekerja. Tidak ada konsekwensi dari perbedaan pilihan tersebut, karena tidak berdampak pada pekerjaannya di birokrasi. Sebab dalam melaksanakan pekerjaan sudah ada acuan yaitu tupoksi dan aturan. Sebagai orang yang telah berpengalaman selama 35 tahun terjun ke dunia politik, menganggap perbedaan politik itu adalah rahmat yang luar biasa. Ia telah menunjukkan bagaimana saling berangkulan dengan Jack Morsa dan Asaat Abdullah yang menjadi lawan politiknya pada Pilkada untuk sebuah pembelanjaran bahwa mereka sebagai calon tidak pernah bersengketa. “Kami calon saja tidak pernah kontra, apalagi masyarakat. Kami hanya meminjam tangan rakyat hanya semenit untuk memberikan suara pada Pilkada. Lalu mengapa perbedaan yang semenit itu harus berdampak pada permusuhan dan dendam yang berkepanjangan. Ini yang tidak kami inginkan,” tukasnya.

Baca Juga  Minggu Ini Pendamping Haji Husni Diumumkan

Mengenai adanya kecemasan PNS terutama yang berbeda pilihan, menurut Haji Husni—akrab politisi PDIP ini disapa, itu hanya perasaan. Dalam menempatkan birokrasi harus pada tempat yang benar, dan diisi oleh aparatur pemerintah yang tepat. Siapa yang menjabat sudah ada parameternya dan telah diatur dalam UU ASN (Aparatur Sipil Negara). “Jadi tidak boleh sembarangan bupati memindahkan orang kemana dia sukai. Yang paling penting adalah kompetensi dan prestasinya yang di tempat mana dia layak untuk ditempatkan. Atau menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat,” pungkasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.