Ahli Bahasa Kenakan Tiga Unsur Beratkan Fud Syaifuddin

oleh -7 views

SUMBAWA BESAR, SR (17/12/2015)

Sidang Tindak Pidana Pemilu (Tipilu) dengan terdakwa Fud Syaifuddin ST (Wakil Bupati KSB terpilih) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa, Kamis (17/12). Setelah menghadirkan 7 orang saksi di antaranya Abdul Hakim (Bupati KSB), Mustakim Patawari (Anggota DPRD KSB) dan Unang Silatang (Ketua Panwas KSB), kini JPU Feddy Hantyo Nugroho SH dan Dita Rahmawati SH menghadirkan Ahli Bahasa dari Kantor Bahasa NTB Kementerian Pendidikan RI, Kasman. Sedangkan terdakwa menghadirkan ahli budaya sebagai saksi yang meringankannya. Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Hary Supriyanto SH MH, JPU kembali memutar rekaman video kampanye Fud Syaifuddin. Dari alat bukti tersebut, Kasman selaku Ahli Bahasa menyebutkan ada tiga hal yang dapat disimpulkan yaitu penghinaan, ancaman dan fitnah. Unsur penghinaan terdapat dalam kalimat “Pak Hakim (Abdul Hakim, Red) itu bukan orang KSB. Dia itu orang Cina”. Maksud kalimat tersebut adalah membedakan orang KSB dengan orang Cina yang juga merendahkan salah satu suku. Menurut Kasman, di Indonesia keturunan Cina sudah diakui sebagai salah satu suku saat ini dan bahasanya sudah digolongkan menjadi bahasa daerah. Kata “Cina” memiliki konotasi negatif di Indonesia. Selain itu, jika mendengar kata itu akan muncul dalam benak publik bahwa ada perbedaan antara masyarakat. Kemudian unsur ancaman terdapat pada kalimat “jangan lakukan hal yang tidak-tidak. Kami orang KSB tidak ada yang kami takuti”. Selanjutnya unsur fitnah terdapat dalam kalimat “jangan macam-macam”. Padahal belum diketahui dengan pasti apakah Abdul Hakim (bupati) benar-benar melakukan seperti yang dituduhkan.

Baca Juga  Tersangka Rumah Adat KSB Bakal Bertambah

Keterangan saksi ahli Bahasa ini membuat terdakwa Fud keberatan. Kalimat bukan orang KSB tapi orang Cina itu dimaksudkan untuk mengingatkan Abdul Hakim. Mengenai kalimat berunsur ancaman, agar Abdul Hakim tidak macam-macam sebab dia adalah Penjabat Bupati KSB yang berstatus sebagai PNS yang tugasnya menyukseskan Pilkada. Selanjutnya unsur fitnah, menurut terdakwa, Abdul Hakim terindikasi mendukung salah satu pasangan calon. Terdakwa mengaku memiliki saksi yang bisa membuktikan indikasi tersebut. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.