Penjabat Bupati KSB Merasa Terancam dan Terhina

oleh -8 views

SUMBAWA BESAR, SR (16/12/2015)

Penjabat Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Abdul Hakim merasa terhina dan terancam akibat kampanye Fud Syaifuddin selaku Calon Wakil Bupati KSB dari Paket F3 yang dinilai berbau SARA dan mendiskreditkan dirinya baik selaku pribadi maupun jabatannya sebagai pejabat negara. Hal ini diungkapkannya saat memberikan keterangan kepada majelis hakim dan JPU pada sidang perdana kasus tindak pidana pemilu (Tipilu) dengan terdakwa Fud Syaifuddin di PN Sumbawa, Rabu (16/12). Dalam sidang perdana ini Abdul Hakim menjadi saksi pertama yang kemudian diikuti beberapa saksi lainnya yaitu Anggota DPRD KSB Mustakim Patawari, Ketua Panwas KSB Unang Silatang, Anggota Panwas KSB Sanjani, Anggota Panwascam Brang Rea KSB Fahrurozi, serta dua orang warga Abdul Hamid dan Jayadi.

Saksi dan Terdakwa Berpelukan
Saksi dan Terdakwa Berpelukan

Kampanye yang sangat menyinggung ini, diakui Abdul Hakim setelah mendapat informasi yang kemudian diperkuat dengan rekaman yang diperolehnya setelah tiga hari kampanye berlangsung. Fud menduga ia tidak netral dan mendukung salah satu pasangan calon dalam Pilkada. Pernyataan Fud ini dinilai bisa memprovokasi masyarakat, indikasinya sudah ada gerakan masyarakat yang antipati kepadanya. Bahkan Ia mendapat informasi akan dilaksanakan unjukrasa tanggal 21 Desember mendatang oleh sekelompok masyarakat yang menuntut agar dirinya meminta maaf karena dianggap tidak netral. Hakim juga mengaku diminta untuk mundur dari jabatannya dalam waktu 3X24 jam dan mendesak pemerintah pusat untuk melantik penjabat bupati yang baru.

Baca Juga  Penemuan Mayat di Ladang Jagung Temui Titik Terang
Berjabat Tangan tanda silaturrahim tetap terjalin
Berjabat Tangan tanda silaturrahim tetap terjalin

Terhadap kesaksian ini, terdakwa Fud membantah semua tudingan saksi. dalam tanggapan singkatnya, Fud menyatakan tidak benar dia menghina penjabat Bupati KSB dan tidak pernah menghujat suku manapun. Pernyataan yang dilontarkannya saat kampanye hanya sekedar mengingatkan penjabat Bupati untuk bersikap netral. Meski demikian Penjabat Bupati Abdul Hakim tetap pada kesaksian jika pernyataan Fud membuatnya merasa terhina dan terancam. Pantauan SAMAWAREA, usai memberikan kesaksiannya, Penjabat Bupati langsung mendatangi Fud Syaifuddin. Keduanya berjabat tangan lalu berpelukan. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.