Diduga Beda Pilihan, Kades Pecat Kadus

oleh -19 views

Syukri HS: Tidak Ada Kaitannya Dengan Politik !!

SUMBAWA BESAR, SR (16/12/2015)

Hanafi kini tidak lagi menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus) Ketanga, Desa Labu Kuris, Kecamatan Lape. Pasalnya kadus ini diberhentikan secara resmi oleh Kadesnya, Syukri HS sejak 14 Desember 2015 kemarin. Tentu saja keputusan sepihak sang kades mendapat reaksi dari Kadusnya. Hanafi mengajukan protes karena pemecatan tersebut tidak memiliki dasar dan alasan yang jelas. Sebab dalam surat keputusan Kades Labuan Kuris No. 18 Tahun 2015 tentang Penonaktifan Kadus Ketanga ini tidak mencantumkan alasan. Hanya menyebutkan penonaktifan Hanafi sebagai Kadus, dan urusan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan sementara diambil alih Kepala Desa Labuan Kuris. “Saya tidak terima, karena saya tidak bersalah. Apalagi penonaktifan itu tanpa alasan yang jelas,” protes Hanafi saat diwawancarai SAMAWAREA, Rabu (16/12) siang tadi.

Ia mengaku telah menjabat sebagai Kadus sejak Tahun 2010 di Dusun Ketanga dan tidak pernah terlibat persoalan apapun baik dengan Kades maupun masyarakat setempat. Sebelum mendapat surat pemecatan itu, Hanafi mengaku dipanggil Kades ke kantornya menyatakan dia diberhentikan. Hanafi sempat menanyakan alasan pemberhentiannya tapi Kades tidak menyebutkannya secara terbuka. Sore harinya, surat pemecatan itu diantar ke rumahnya. “Saya tidak akan mempertahankan jabatan ini jika alasannya jelas. Protes ini karena sudah menyangkut harga diri,” cetusnya.

Baca Juga  Curi Tiga HP di Rumah Kontrakan, Pelaku Ditangkap di Rumah Makan

Karena tidak jelasnya alasan pemberhentian, Hanafi menduga kuat keputusan Kades tersebut karena perbedaan pilihan pasangan calon pada Pilkada Sumbawa kemarin. Sebab Kades sangat mengetahui jika dirinya mendukungan pasangan calon nomor urut 2 (SAAT JAYA). Ini sangat disayangkan, jika ingin memberhentikannya mengapa tidak jauh hari sebelum Pilkada.

Dikonfirmasi terpisah, Kades Labuhan Kuris, Syukri HS dengan tegas membantah penonaktifan Hanafi sebagai Kadus karena persoalan politik. Keputusannya itu murni dilakukan untuk menjaga kondusifitas di Dusun Ketangan karena sebagian besar masyarakat setempat tidak lagi menginginkan Hanafi menjabat sebagai Kadus.

Ia mengemukakan alasan pemberhentian itu di antaranya Kadus Hanafi sempat sedikit berselisih dengan panitia pembangunan masjid. Ketika itu panitia pembangunan masjid mengumpulkan masyarakat untuk membicarakan rencana pembangunan deker di jalan dalam lingkungan masjid. Kadus Hanafi merasa tersinggung karena pengumpulan masyarakat oleh panitia pembangunan masjid tanpa sepengetahuannya. Sikap itu akhirnya membuat masyarakat tersinggung dan tidak lagi menginginkan Hanafi menjadi Kadus. Persoalan lain lanjut Kades, laporan dari masyarakat, sikap Hanafi di tengah masyarakat dinilai arogan. Bahkan Hanafi juga telah memberhentikan salah satu ketua RT di dusunnya. Tidak hanya itu alasan kuat lainnya lanjut Kades, pihaknya menerima rekomendasi dari BPD yang isinya meminta Hanafi dinonaktifkan karena masyarakat tidak lagi menginginkannya sebagai Kadus. “Keputusan yang saya ambil murni untuk meredam situasi yang terjadi di tengah masyarakat. Saya pastikan tidak ada kaitannya dengan politik,” pungkasnya. (JEN/SR)

CAPTION: Kadus Ketanga Desa Labuan Kuris, Hanafi

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.