Kepala Kesbangpoldagri KSB Kembali Ditahan

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, SR (15/12/2015)

Sempat menghirup udara bebas, Ir Jhoni Hartono M.Sc kembali mendekam di balik jeruji besi. Kepala Kesbangpoldagri Sumbawa Barat ini ditahan Senin (14/12) setelah penyidik kepolisian Polres Sumbawa melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Sumbawa menyusul berkas perkaranya lengkap (P21). Sebelumnya oknum pejabat KSB ini ditahan penyidik kepolisian pada 16 November lalu, kemudian ditangguhkan Rabu (2/12) setelah penjabat Bupati KSB memberikan jaminan. “Kami baru saja menerima pelimpahan berkas tahap dua yang disertai dengan penyerahan tersangka dan barang bukti,” kata Kajari Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH di ruang kerjanya, kemarin.

Penahanan terhadap tersangka ini ungkap Kajari, untuk memudahkan percepatan penanganan kasus ini. Selain itu dikhawatirkan melarikan diri yang menjadi dasar alasan subyektif kejaksaan. “Bisa saja dia mempengaruhi saksi-saksi, bisa juga dia mengulangi perbuatannya,” ujar Kajari, seraya mengakui saat ini pihaknya tengah mempersiapkan surat dakwaan untuk segera diajukan ke persidangan.

Ditambahkan Kasi Datun, Benny Daniel Purba SH, tersangka ditahan selama 20 hari ke depan dari tanggal 14 Desember hingga 2 Januari 2016. Tersangka dijerat pasal 266 ayat 1 atau 2 KUHP karena diduga melakukan tindak pidana memasukkan keterangan palsu dalam akta otentik. Dijelaskan Benny—sapaan akrab jaksa low profil ini, bahwa dugaan tersebut muncul ketika tersangka menjaminkan sertifikat tanah miliknya kepada saksi Adhe Santya Halim—seorang pengusaha di Sumbawa. Namun tersangka membuat laporan kehilangan di kepolisian yang menyatakan jika sertifikat tersebut hilang yang kemudian dokumen itu dijadikan salah satu persyaratan untuk menerbitkan sertifikat baru (duplikat) sehingga sertifikat yang dijaminkan kepada saksi tidak berlaku lagi. “Secepatnya tersangka kami limpahkan ke pengadilan,” pungkasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Diseruduk Dump Truck, Mobil Penjual Buah Terjungkal di Parit

No More Posts Available.

No more pages to load.