Besok, Calon Wakil Bupati KSB Terpilih ‘Dimejahijaukan’

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, SR (15/12/2015)

Calon Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terpilih, Fud Syaifuddin ST yang ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana pemilu (Tipilu), akan disidangkan, Rabu (16/12) besok. Hal ini menyusul setelah berkas perkaranya dilimpahkan Kejaksaan Negeri Sumbawa ke Pengadilan Negeri Sumbawa, Selasa tadi. “Kami baru menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepolisian, yang kemudian hari itu juga kami limpahkan ke pengadilan karena berkas perkaranya sudah lengkap,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH kepada SAMAWAREA usai menghadiri acara pisah kenal Wakil Ketua PN Sumbawa, siang tadi.

Untuk persiapan persidangan, kejaksaan telah membentuk tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdiri dari Kasi Intel Erwin Indrapraja SH MH, Kasi Pidum Feddy Hantyo Nugroho SH, Yandi Primanandra SH dan Dita Rahmawati SH. Keempat JPU ini sudah memiliki sertifikasi sebagai Jaksa Tipilu. Dalam kasus ini, ungkap Kajari, Fud dijerat pasal 69 nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada dengan ancaman minimal 3 bulan maksimal 18 bulan penjara. Fud diduga melakukan kampanye berbau SARA karena menyebut dan menyinggung etnis tertentu. Tersangka tidak ditahan namun dikenakan wajib lapor ke kejaksaan selama kasusnya berjalan, dan diharapkan selalu kooperatif.

Sementara itu Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa, Sri Sulastri SH MH mengaku telah menerima pelimpahan berkas dan tersangka kasus ini dan majelis hakim yang menyidangkannya sudah ditunjuk. Selain itu jadwal sidang pun sudah ditetapkan Rabu (16/12) besok. Ketua PN Sri Sulastri mengakui jika Fud Syaefuddin (tersangka) hendak menemuinya setelah diinformasikan stafnya. Ia mengira datang hendak konsultasi persoalan lain. Setelah diketahui yang akan dibicarakan terkait perkara yang akan disidangkan besok, Sri—sapaan akrab pejabat ini, enggan menerima dan memilih menghadiri acara pisah sambut Wakil Ketua PN. Sri mengaku tidak mengenal tersangka. Apalagi seseorang yang menemuinya untuk membicarakan masalah perkara itu sangat dilarang keras. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Tebing Nanga Tumpu Kembali Longsor, Arus Lalulintas Terganggu