Kasus Genset Bansos Mandeg, Timses SAAT JAYA Protes Panwas

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, SR (14/12/2015)

Tim Sukses SAAT JAYA mengajukan protes atas mandegnya penanganan dugaan pelanggaran Pilkada terhadap adanya bantuan sosial (Bansos) mesin genset untuk warga Desa Luar Kecamatan Alas dan Desa Labuan Mapin Alas Barat. Sebab kasus itu tidak menjadi temuan yang diteruskan ke proses persidangan, padahal pembagian bantuan yang diduga kuat melibatkan oknum anggota DPRD Sumbawa yang juga Wakil Ketua Timses Paslon Husni-Mo dilakukan pada masa minggu tenang. Terhadap adanya protes ini, Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad SIK didampingi Kasat Intelkam AKP Hatta S.IP dan Kasat Reskrim, IPTU Tri Prasetiyo, mempertemukan Timses SAAT JAYA dengan Panwas Kabupaten Sumbawa.

Dalam pertemuan di ruang Rupatas Polres Sumbawa, Senin (14/12) Ketua dan anggota Panwas Kabupaten Sumbawa hadir. Sementara timses SAAT-JAYA diwakili Dewan Penasihatnya, Burhanuddin AR Salengke beserta anggota timses lainnya. Di hadapan Kapolres dan Panwas, Burhanuddin AR Salengke mengatakan bahwa mesin tersebut merupakan bansos yang diusulkan melalui aspirasi salah seorang anggota DPRD Sumbawa, A Rafiq. Saat bansos tersebut diambil dari Dinas Sosial (Disos) Sumbawa, yang bersangkutan juga berada di rumah salah seorang warga penerima uyang menurutnya salah satu bentuk dari pelanggaran pemilu. “Kami heran mengapa indikasi itu tidak terbukti, dan mengapa tidak bisa dijerat pelanggaran. Padahal Pak Rafiq saat itu berada di lokasi,” tudingnya dalam nada tanya.

Baca Juga  Polisi Jepang Nilai Pengembangan Polmas di Sumbawa

Menanggapi hal itu, Anggota Panwas Sumbawa, Syamsihidayat SIP mengakui telah menerima laporan dugaan Tipilu terkait bansos mesin genset dan telah ditangani karena dikhawatirkan akan memicu keributan besar. Selanjutnya Panwas meminta klarifikasi sejumlah pihak terkait termasuk A Rafiq dan pihak Dinas Sosial. Dari klarifikasi ini terungkap jika warga sendiri yang datang ke kantor Disos untuk meminta mesin genset tersebut.  Berdasarkan keterangan dari pihak Disos bahwa ada pernyataan bupati untuk segera merealisasikan penyerapan bansos mengingat saat ini sudah akhir tahun. Surat pernyataan inilah yang melandasi bansos tersebut segera dibagikan. Setelah lima hari, dugaan ini dibawa ke Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) yang kemudian dinyatakan tidak ada pasal yang mengarah pada money politic. Rafiq tidak terbukti langsung mengajak masyarakat untuk memilih pasangan calon tertentu. Dan tidak ada saksi yang melihat langsung Rafiq mengatakan kepada masyarakat untuk mengajak memilih pasangan nomor calon tiga sebagaimana diatur dalam pasal 73 ayat 1 dan 2 undang-undang pemilu. “Memang benar belum ada saksi yang melihat langsung Pak Rafiq mengajak masyarakat memilih pasangan calon tertentu. Artinya kalau tidak ada saksi ya tidak bisa dijerat,” timpal Kasat Reskrim Polres Sumbawa, IPTU Tri Prasetiyo, seraya menambahkan, dalam pasal 73 memang diatur ancaman hukumannya jika terbukti ada perkataan yang mengajak masyarakat.

Sementara itu Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad SIK mengatakan bahwa Gakkumdu tetap netral dan tidak ada keberpihakan kepada siapapun. Pihaknya juga sangat menginginkan Pilkada berjalan dengan aman, damai dan lancar. Mengenai adanya keberatan, Kapolres menyatakan akan ditampung yang kemudian difasilitasi untuk mencari titik terang dan pemahaman dari persoalan yang ada sebagaimana pertemuan Panwas dan Timses SAAT JAYA. Demikian kepada masyarakat juga diberikan penjelasan sehingga tidak menimbulkan multitafsir. “Persoalan ini sudah jelas dan timses juga sudah bisa menerima. Kami tetap berharap kedepan tidak ada isu miring yang kembali terlontar,” pungkasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.