Komit Jaga Laut dan Pulau Kecil, Sumbawa Dianugerahi E-KKP3K

oleh -10 views
Anugerah E-KKP3K dari Menteri Perikanan dan Kelautan

Liputan Khusus SAMAWAREA mendampingi Bupati Sumbawa di Jakarta (3)

JAKARTA, SR (13/12/2015)

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan penghargaan E-KKP3K kepada Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik. Penghargaan ini diberikan karena Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu daerah yang komit dan bekerja keras dalam mendukung dan mengembangkan kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil. Penghargaan diserahkan Menteri Kelautan dan Perikanan yang diwakili Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, Ir Agus Dermawan, dilaksanakan di Hotel Double Tree by Hilton, Jumat (11/12) lalu. Selain Kabupaten Sumbawa, penghargaan dengan kategori daerah percepatan ini juga diberikan kepada 16 kepala daerah lainnya di Indonesia termasuk Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Anugerah KKP 1Ir Agus Dermawan dalam jumpa persnya kepada sejumlah wartawan mengatakan, anugerah ini merupakan apresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Anugerah ini diberikan kepada daerah yang berprestasi dalam mengembangkan kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil. E-KKP3K juga merupakan acuan nasional untuk mengukur efektivitas pengelolaan kawasan konservasi. Untuk mendapatkan informasi terkini tim evaluasi sudah turun ke lapangan. Evaluasi efektivitas pengelolaan telah dilakukan terhadap sejumlah aspek seperti aspek rencana pengelolaan dan zonasi, kelembagaan, pendanaan, pelibatan masyarakat dan kemitraan.

Selain kepala daerah, mitra pendukung juga diberikan apresiasi baik individu, organisasi tertentu, maupun lembaga pemerintah yang dipandang telah berkonstribusi selama dua tahun terakhir. Kepedulian pihak terkait itu perlu diapresiasi guna memotivasi stakeholder dimaksud untuk lebih mengembangkan tata kelola kawasan konservasi yang efektif dan menyejahterakan. Konstribusi nyata mereka terutama dalam upaya perlindungan dan pelestarian ekosistem kunci di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil seperti terumbu karang, mangrove dan padang lamun, telah mengakselerasi peningkatan efektivitas pengelolaan perikanan berkelanjutan berkelanjutan melalui paradigma konservasi.

Baca Juga  UTS dan BPPD NTB Sepakat Ciptakan Iklim Campuspreneurship

Anugerah KKP 3Untuk diketahui, paradigma pengelolaan kawasan konservasi saat ini telah berubah. Kawasan konservasi Indonesia dibangun melalui rekayasa pemanfaatan ruang dan penetapan batas fungsional. Zona perikanan berkelanjutan pada kawasan konservasi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas yang mendukung ekonomi masyarakat seperti wisata bahari, perikanan tangkap maupun budidaya perikanan sesuai kapasitas lingkungan. Hal ini tentunya dapat menghapus kekhawatiran akan berkurangnya akses nelayan di kawasan konservasi perairan. Terkait kewenangan, lanjutnya, pengelolaan kawasan konservasi tidak lagi menjadi monopoli pemerintah pusat karena pemerintah daerah diberi kewenangan dalam mengelola kawasan konservasi di wilayahnya. Namun harus disesuaikan dengan resentralisasi pengelolaan kawasan konservasi dari pemerintah kabupaten/kota kepada pemerintah provinsi sebagaimana amanat undang-undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintaahan Daerah.

Ia berharap Program Apresiasi Anugerah E-KKP3K ini diharapkan bisa menjadi cambuk bagi para pengelola kawasan konservasi di Indonesia agar semakin giat dan kreatif mewujudkan pengelolaan kawasan yang efektif dan berkelanjutan. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.