Tersangka PNPM GSC Lunyuk Rugikan Negara 1,6 Miliar

oleh -3 views

SUMBAWA BESAR, SR (11/12/2015)

Penuntasan kasus penyimpangan PNPM GSC Kecamatan Lunyuk tidak lagi menemui kendala. Pasalnya, hasil perhitungan kerugian negara (PKN) yang sudah lama ditunggu dari BPKP Perwakilan NTB telah dikantongi Kejaksaan Negeri Sumbawa. “Hasil audit investigasi Tim BPKP menyatakan kerugian negara mencapai Rp 1,6 miliar sama seperti perhitungan kami secara internal,” kata Kajari Sumbawa Sugeng Hariadi SH MH kepada SAMAWAREA, kemarin.

Setelah adanya hasil perhitungan BPKP, ungkap Kajari, pihaknya akan memanggil tersangka berinisial TS—pengurus UPK Tahun 2013, untuk dimintai keterangan tambahan. Keterangan ini dimaksudkan untuk pemberkasan.  Kasus ini mulai ditangani Tahun 2014 lalu setelah mendapat informasi oknum pengurus UPK Tahun 2013 membobol dana PNPM sebesar Rp 1,6 miliar. Dana itu dicairkan namun tidak dialokasikan untuk melaksanakan program. Akibat dari kasus ini, program PNPM Lunyuk terpaksa dihentikan sementara, dan pemerintah pusat telah menyatakan Lunyuk sebagai kecamatan bermasalah. Hasil penyelidikan tim kejaksaan menetapkan TS—Ketua UPK PNPM Lunyuk menjadi tersangka yang kemudian penanganannya ditingkatkan ke proses penyidikan. Terhadap hal ini, kejaksaan langsung memblokir hasil penjualan aset tersangka untuk mengembalikan kerugian negara yang ditimbulkan senilai Rp 300 juta. Aset ini sudah dibeli oleh salah satu bank di Kabupaten Sumbawa. Dan sampai saat ini belum ada pengembalian kerugian negara oleh tersangka, meski telah berniat untuk mengembalikannya secara mencicil. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Bedah Visi Misi Paslon, Panitia dan Mahasiswa Nyaris Bentrok