Dana Bedah Rumah 8 Kelurahan Sudah Masuk Rekening

oleh -4 views
Kabid Banjamsos Disos Sumbawa, Syarifah S.Sos M.Si

SUMBAWA BESAR, SR (07/12/2015)

Masyarakat yang mendatangi Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Senin (7/12), kian ramai. Setelah diserbu puluhan penerima bantuan mesin genset dari Kecamatan Alas dan Alas Barat, kantor yang berlokasi di Jalan Kebayan, Kelurahan Uma Sima ini, juga didatangi puluhan penerima bantuan Program Bedah Rumah yang berasal beberapa kelurahan. Pasalnya dana bantuan bedah rumah ini juga sudah disalurkan pemerintah pusat dan masuk ke rekening kelompok dengan nilai total Rp 1 Milyar untuk 10 kelompok atau masing-masing mendapat Rp 100 juta.

Kadis Sosial Sumbawa melalui Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial (Banjamsos), Syarifah S.Sos M.Si yang dikonfirmasi SAMAWAREA di ruang kerjanya, Senin (7/12), mengakui jika dana bedah rumah sudah masuk ke rekening kelompok. Hanya yang belum masuk dana untuk kelompok sarana lingkungan untuk dua kelurahan. Dua kelurahan dimaksud adalah Kelurahan Samapuin dan Brang Bara yang dialokasikan untuk pembuatan drainase dan paving blok jalan lingkungan.

Untuk bedah rumah, pihaknya telah memanggil ketua kelompoknya agar dapat melakukan persiapan-persiapan untuk pertanggungjawaban di antaranya mengusulkan apa-apa yang dibutuhkan untuk masing-masing rumah yang akan dibedah. “Sebelum ada usulan ini, rekening kelompok belum bisa diberikan. Dan rekening masih kami pegang,” aku Ipok—sapaan akrabnya. SPJ dari kelompok ini harus sudah selesai tanggal 24 Desember yang kemudian 28—29 Desember, pihak Disos bertolak ke Jakarta mengantar pertanggungjawaban itu. Mengenai pelaksanaan bedah rumah, tergantung dari usulan kebutuhan dari kelompok. Ketika usulan ini masuk, Disos mengeluarkan rekomendasi yang menjadi dasar bagi pihak bank untuk mencairkan dana.

Baca Juga  Sumbawa Eksport 30 Ribu Ton Jagung ke Filipina

Untuk diketahui penerima bantuan bendah rumah ini adalah mereka yang belum pernah mendapatkan bantuan serupa dari dinas manapun. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPMPD agar tidak terjadi dobel bantuan. Sebelum mereka ditetapkan sebagai penerima program dilakukan verifikasi dengan turun langsung ke lapangan berkoordinasi dengan camat, dan lurah. Karena tidak ada pendamping, Disos menggunakan petugas PKH guna mengecek kondisi rumah penerima. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD