Pagelaran Seni Budaya Lintas Etnis, Upaya Merajut Kebersamaan

oleh -22 views

SUMBAWA BESAR, SR (06/12/2015)

Pagelaran Seni Budaya Lintas Etnis yang digelar DPD KNPI Kabupaten Sumbawa, Sabtu (5/12) malam, berlangsung sukses. Kegiatan yang dihelat di Taman Mangga Kota Sumbawa Besar ini terlihat cukup meriah, karena antusias penonton yang datang memadati arena untuk menikmati sajian pagelaran.

Ketua Panitia Bambang Wahyudi, S.Pd melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan kewajiban moral dari KNPI dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari suatu lembaga kepemudaan untuk merekatkan anak bangsa yang secara sosiologis kultural memiliki perbedaaan horizontal. Kegiatan pagelaran seni ini ungkap Bambang juga bagian dari pendidikan multikultural sebagai wujud penguatan karakter bangsa. Hal ini sesuai dengan tema kegiatan ‘’Merajut Kebersamaan Dalam Kebhinekaan Guna Mewujudkan Samawa Mampis Rungan’’. Kegiatan tersebut menyajikan 11 item seni budaya yang dibawakan oleh berbagai kelompok etnis dan komunitas seni yang ada di Kabupaten Sumbawa. Di antaranya etnis Bali, Flobamora, Sanggar Seni Bewe Baseli Moyo Utara, Sanggar Seni Saling Sayang Pamulung, Teater Pijar, dan Komunitas Pelajar Sumbawa. Pagelaran yang disajikan berupa seni tari Daerah Sumbawa, Tarian Sumatera, Tarian Sulawesi, Tarian Kalimantan, Tarian Bali, Tarian Flobamora, Tarian Sakura Odori Jepang, Musikalisasi Puisi, dan Operet Budaya ‘’Tanjung Menangis’’.

Bambang Wahyudi S.Pd, Ketua Panitia Penyelenggara
Bambang Wahyudi S.Pd, Ketua Panitia Penyelenggara

Sementara itu Ketua DPD KNPI Sumbawa, Andi Rusni SE saat membuka secara resmi kegiatan tersebut menyatakan bahwa pagelaran ini menjadi moment yang sangat berharga. Misi besar yang dilaksanakan oleh KNPI sebagai wadah berhimpun pemuda adalah untuk merajut simpul-simpul perbedaan yang ada, baik karena perbedaan etnis, adat istiadat, agama, budaya, bahkan pandangan politik di Tana Intan Bulaeng yang merupakan prototype Indonesia kecil. Diungkapkan Andis—sapaan akrabnya, Sumbawa didiami bermacam-macam etnis bahkan agama. Karena itu Sumbawa yang majemuk, dan heterogen harus bisa menjadikan perbedaan itu sebagai rahmat dan persamaan itu adalah amanat. “Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa tidak menciptakan manusia bersuku-suku, berbangsa-bangsa untuk saling memerangi tanpa unsur persoalan yang tidak jelas. Tetapi Allah meciptakan manusia bersuku-suku, berbangsa-bangsa untuk saling kenal mengenal, hidup berdampingan dalam bingkai kedamaian,” ulasnya.

Baca Juga  Guru Honor dan PTT di KSB Siap Diakomodir Propinsi
Operet Budaya ‘’Tanjung Menangis’’
Operet Budaya ‘’Tanjung Menangis’’

Karena itu Sumbawa beragam tidak boleh terulang peristiwa konflik antar etnis ataupun antar agama dengan dalih apapun. Karenanya Ia berharap semua pihak dapat menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab moral dan politik di dalam diri bahwa berbeda adalah sunatullah. Seluruh komponen masyarakat yang berhimpun dalam gerakan etnis harus mampu berbaur, tidak mengeksklusifkan diri sehingga melalui kegiatan budaya ini bisa saling kenal-mengenal. “Inilah cita-cita besar KNPI melaksanakan kegiatan ini,” cetusnya.

Dalam kesempatan yang sama, Andis mengajak semua pihak menjaga kedamaian, keamanan, dan ketertiban agar menjadi pondasi dasar dalam membangun Sumbawa yang aman, damai, dan senap semu nyaman nyawe murah era. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD