Muladno: Tidak Kembangkan Kerbau, Peternak Sumbawa Berdosa

oleh -6 views

SUMBAWA BESAR, SR (05/12/2015)

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA menilai upaya Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu kabupaten peternakan terutama kerbau patut diberikan apresiasi. Upaya ini sudah terlihat dengan keberadaan UPTD Kerbau Bersinergi dan Deklarasi Sentra Peternakan Rakyat (SPR) Kabupaten Sumbawa, Sabtu (5/12) siang tadi. “Ini sungguh luar biasa, karena adanya semangat baru dari peternak Sumbawa untuk menjadikan pasar ternak industry berdaulat, dan membuat peternakan di Indonesia akan lebih maju dan lebih baik lagi,” kata Prof Muladno.

UPTD Kerbau 8Ia mengaku terhormat karena adanya komitmen yang luar biasa dari Bupati Sumbawa dalam membangun dan menyediakan fasilitas UPTD Pembibitan Kerbau tersebut dalam rangka pengembangan ternak. Selama ini pihaknya kerap kesulitan mengajak bupati di sejumlah daerah untuk peduli peternakan. Sikap ini sangat berbeda dengan Bupati Sumbawa yang belum diajak tapi sudah menantang. “Ini suatu energi buat saya sebagaimana semangatnya bupati untuk mensupport masyarakatnya di sini,” ucapnya.

Diakui Prof Muladno bahwa Sumbawa adalah daerah kerbau. Dan Indonesia memiliki kerbau yang diandalkan di Sumbawa. Jika suatu saat kerbau di Sumbawa tidak dikembangkan, populasi kerbau terus menurun, dan suatu saat Indonesia kehabisan kerbau, maka orang yang paling berdosa adalah peternak di Sumbawa. “Ini karena Allah telah memberikan lahan yang cocok untuk kerbau di sini (Sumbawa). Dalam perjalanan dari kota ke Maronge saya melihat lahan terhampar luas dan sangat special untuk kerbau. Jadi sangat berdosa jika kerbau tidak dikembangkan di sini,” tukas Prof Muladno.

Baca Juga  Bangun Kesadaran Kebangsaan Pemuda, SCC Gelar Event Sumpah Pemuda

UPTD Kerbau 9Ia berharap peternakan Sumbawa tidak kalah dengan India yang memiliki kerbau lebih dari 100 juta ekor sehingga menjadi negara eksportir daging kerbau terbesar di dunia. Kenyataan ini harus menjadi peternak di Sumbawa. Dirjen Muladno sepakat dengan ajakan Bupati Sumbawa, jika lokasi UPTD Kerbau ini bukan untuk memelihara kerbau, melainkan membuat peternakan kerbau menjadi lebih terampil, dan professional agar mampu bersaing dengan peternakan di negara luar.

Muladno tidak menampik Sumbawa telah menerapkan registrasi ternak yang cukup baik dan tertib. Hanya yang belum menjadi perhatian adalah mengawinkan ternak. Jumlah pejantan yang dianggap jelek harus dikurangi dan dipotong. Dengan sisa pejantan yang sehat dapat mengawini sang betina, sehingga yang dilahirkan adalah ternak yang bagus. “Kalau dikawini dengan sembarang pejantan nanti hasilnya makin lama makin kecil. Jadi di sini ternaknya sudah ditata hanya tinggal mengawinkannya yang harus diatur,” jelasnya.

Anggota Kelompok Ternak
Anggota Kelompok Ternak

Untuk mengatasi permasalahan itu diperlukan sinergi atau kerjasama dengan semua pihak. Dan keberadaan UPTD untuk pusat penelitian ternak sudah sangat tepat. Di UPTD ini semua pihak saling bekerjasama. Peternak melakukan kegiatan beternak, para pakar mensupport ilmunya, akademisi dari perguruan tinggi melakukan penelitian yang hasil pengkajiannya dapat diterapkan untuk para peternak dalam mengembangkan ternaknya. “Ketika sinergisitas ini sudah berjalan, kami di pusat akan memperjuangkan anggarannya. Insya Allah dengan semangat kebersamaan, kami optimis Sumbawa bisa mengangkat nama Indonesia dengan kerbaunya,” demikian Prof Muladno. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.