Mimpi Besar JM, UPTD Kerbau Jadi Pusat Riset Nasional

oleh -26 views

SUMBAWA BESAR, SR (05/12/2015)

UPTD Pembibitan Kerbau Bersinergi yang diresmikan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI di Labuan Sangor, Kecamatan Maronge, Sabtu (5/12), akan menjadi kado bagi para peternak di masa berakhirnya pemerintahan Drs H Jamaluddin Malik—Drs H Arasy Muhkan. UPTD ini sekaligus menjadi warisan untuk dapat diteruskan pemerintahan berikutnya. Bahkan dengan keberadaan UPTD ini, mimpi besar JM—sapaan Bupati Sumbawa untuk menjadikan Sumbawa sebagai pusat riset nasional tentang kerbau, bakal terwujud. “Kita datang ke sini (UPTD Kerbau) bukan hanya untuk beternak tapi bagaimana orang-orang dari perguruan tinggi melakukan penelitian, riset atau pengkajian tentang ternak khususnya kerbau sehingga bisa berkembang,” kata JM saat menyambut kedatangan Dirjen PKH, Muladno beserta rombongan termasuk di dalamnya Prof Suhubby Yasin—Pakar dan Profesor Kerbau yang merupakan putra asli Kecamatan Empang, Sumbawa.

UPTD Kerbau 7Kehadiran Dirjen dan rombongan ungkap JM, memberikan semangat baru bagi pemerintah daerah dan masyarakat terutama para peternak dalam mengelola kegiatannya. Sebenarnya Sumbawa memiliki potensi, hanya bagaimana kemauan peternak dalam mengelolanya. Pemerintah hanya bersifat menfasilitasi dan memberikan dukungan terhadap hal yang berada di luar kemampuan peternak. Dengan keberadaan UPTD Kerbau Bersinergi, menjadi modal besar karena semua pihak terkait dapat bersinergi dalam mengembangkan ternak. Peternak yang tergabung dalam SPR (Sentra Peternakan Rakyat), perguruan tinggi dan pemerintah daerah, dapat bekerjasama. Di satu sisi peternak memiliki kemampuan dalam memelihara ternak, di sisi lain perguruan tinggi dan para pakar memiliki ilmu untuk mendukung kemampuan peternak mengembangkan ternaknya. Dan pemerintah bertindak sebagai fasilitator.

Baca Juga  Dongkrak Jumlah Siswa, SMK Brang Ene Perkuat Sinergi dengan UTS dan Masyarakat   
Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik
Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik

Lebih jauh dikatakan JM, melihat kondisi dan data yang ada, populasi ternak Sumbawa terus mengalami peningkatan, dan khusus populasi kerbau mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena pola pikir masyarakat yang negative tentang kerbau. Mereka menganggap pemeliharaan kerbau cenderung sulit, dan perkembangan serta perkembangbiakannya lambat jika dibandingkan dengan sapi. Padahal sapi dan kerbau tidak jauh beda, memiliki kesamaan waktu dalam beranak pinak, asalkan pakannya cukup, pemeliharaannya intensif dan dikandangkan. Bahkan beternak kerbau lebih menguntungkan karena jika dijual harganya lebih mahal daripada sapi. JM berharap dengan keberadaan UPTD dan lab kerbau tersebut, kerbau menjadi ternak inti yang akan menjadi ikon di daerah ini. “Keberadaan UPTD kerbau ini menjadi awal yang baik bagi peternakan kita di Sumbawa. Kita ingin mengembalikan lagi marwah Kabupaten Sumbawa sebagai kabupaten kerbau,” tandas JM seraya berharap dukungan penuh pemerintah pusat dalam merealisasikan harapan tersebut. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.