APBD Tahun 2016 Sejalan dengan Program SAAT JAYA

oleh -6 views

SUMBAWA BESAR, SR (03/12/2015)

Itulah untungnya melanjutkan kepemimpinan sebelumnya. Apalagi jika kepemimpinan terdahulu sukses dan mampu membawa perubahan yang signifikan bagi pembangunan dan masyarakat ke arah yang lebih baik. Inilah yang terjadi pada pemerintahan Drs H Jamaluddin Malik—Drs H Arasy Muhkan yang akan mengakhiri masa jabatan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, 16 Januari 2016 mendatang. Keberhasilan pembangunan di masa kepemimpinan JM-Arasy ditandai dengan berbagai prestasi dan penghargaan nasional dari pemerintah pusat. Sedikitnya 61 penghargaan nasional yang telah diraih di berbagai bidang dan paling anyar adalah mendapat Penghargaan Pendidikan Islam Bagi Kepala Daerah Tahun 2015 dari Kementerian Agama Republik Indonesia,  dan Anugerah Desa Membangun Indonesia 2015 karena dinilai sebagai Pembina Kabupaten Terbaik Regulasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Dalam setiap pidatonya, JM—sapaan Bupati Sumbawa menyatakan pembangunan saat ini dengan raihan prestasi yang luar biasa harus tetap berlanjut. Menurutnya tidak mungkin kembali dari nol dan mundur ke belakang melainkan harus bergerak maju di atas pondasi pemerintahan dan pembangunan yang telah diletakkan dan akan dilakukan oleh pemerintahan berikutnya. “Jika cinta Sumbawa, pembangunan ini harus berlanjut,” ucap JM dalam suatu kesempatan.

Untuk diketahui, satu-satunya pasangan calon bupati dan wakil bupati Sumbawa periode 2016—2021 yang ‘pasang badan’ dan komit melanjutkan kepemimpinan JM-Arasy adalah SAAT JAYA (H Asaat Abdullah ST—Chandra Wijaya Rayes ST). Komitmen ini tercetus sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada pemerintahan terdahulu yang cukup berhasil dan akan ditingkatkan di masa mendatang. Pasangan yang didukung HANURA, NASDEM, PPP, dan PKPI ini juga dalam setiap kampanyenya selalu memuji kepemimpinan mulai dari Bupati Madilaoe ADT, Hasan Usman, Jakub Koswara, Latief Majid, dan kini Drs H Jamaluddin Malik-Drs H Arasy Muhkan. Menurut SAAT JAYA, mereka adalah tokoh yang telah berjasa bagi pembangunan Sumbawa dari masa ke masa. Calon Bupati H Asaat Abdullah ST sangat mengetahui hal itu karena pernah menjadi bagian dari perjuangan para pemimpin tersebut dalam membawa perubahan bagi daerah dan masyarakat Sumbawa. “Setiap kepemimpinan pasti membawa perubahan dan keberhasilan di setiap periode kepemimpinannya. Ketika terdapat kekurangan inilah yang akan dibenahi dan ditingkatkan oleh pemimpin selanjutnya, bukan meniadakan atau menghilangkan jasa mereka, karena kita tidak mungkin membangun tiang dan atap bangunan jika tidak ada pondasinya. Karena itu tidak ada kata lain selain lanjutkanlah,” tegas Haji Saat—sapaan calon bupati masa depan ini.

Baca Juga  Langkah Boikot APBD untuk Kepentingan Rakyat

Terhadap komitmen ini, SAAT JAYA berusaha mengsingkronkan program yang belum sempat dilaksanakan pemerintahan JM—Arasy dengan program dan visi-misinya jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati periode 2016—2021. Hal tersebut dimaksudkan agar terjadi kesinambungan pembangunan yang saat ini sudah berjalan dengan baik. Sebab jika tidak berkelanjutan, maka pembangunan tidak akan berjalan maksimal. Karenanya usulan JM—Arasy untuk APBD Tahun 2016, sangat sejalan dengan visi misi SAAT JAYA.

Tuntaskan Daerah Terisolir

Pada usulan APBD Sumbawa Tahun 2016 dijelaskan bahwa dalam RPJMD 2010-2015 target peningkatan pemantapan jalan kabupaten adalah 60%. Sampai dengan saat ini sudah mencapai 60,73%. Agar lebih akseleratif dalam menuntaskan kemantapan jalan kabupaten berbagai upaya telah ditempuh baik melalui penganggaran untuk sektor jalan sebesar minimal 4% dari total APBD maupun dengan upaya koordinatif dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Sejak tahun 2012 pemerintah daerah sudah menyampaikan usulan peralihan status sebagian jalan kabupaten untuk menjadi jalan provinsi dan pada tahun 2015 ini. Dengan adanya peralihan sebagian ruas jalan provinsi menjadi ruas jalan nasional di Provinsi NTB telah mengusulkan tiga paket usulan pengalihan status jalan kabupaten sepanjang 235,84 Km meliputi kawasan Batulanteh-Lenangguar sepanjang 90,80 km, kawasan Sili-Maci-Panubu sepanjang 75,30 Km dan Kabuyit-Lantung-Ropang sepanjang 69.74 Km, untuk menjadi ruas jalan provinsi. Tentunya Bupati berharap usulan tersebut dapat diakomodir oleh Pemerintah Provinsi sehingga beban penganggaran untuk peningkatan kemantapan jalan dari APBD kabupaten dapat lebih tereduksi. Terhadap tuntutan atau aspirasi masyarakat Desa Mata dan Tolo’oi, pada Tahun 2015 ini pemerintah daerah telah menyusun dokumen rencana rinci kawasan strategis kabupaten yang memuat arahan-arahan pemanfaatan ruang termasuk agenda pembangunan infrastruktur di dalamnya. Untuk program rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan sudah diprogramkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2016. Sementara untuk penanganan jalan dan jembatan di wilayah Kecamatan Batulanteh perencanaannya sudah dibuat pada Tahun 2015 sedangkan konstruksinya akan dilaksanakan pada Tahun 2016.

Demikian dengan kondisi Jembatan Gantung di Desa Motong diperlukan penanganan total karena umur jembatan sudah tua sehingga pemerintah daerah akan melakukan pengkajian yang intensif terkait penanganannya ke depan apakah dengan melakukan upaya rekonstruksi atau membangun jembatan baru di ruas tersebut. Selain itu, pemerintah daerah juga telah mendorong pemerintah pusat dan provinsi untuk melakukan kajian terhadap kawasan tersebut dalam kerangka Pembangunan Kawasan Segitiga Bulat sehingga diharapkan nantinya Jembatan Gantung Utan dapat menjadi bagian dari penataan kawasan di wilayah segitiga bulat sehingga fungsi historis kawasan tersebut dapat dipertahankan melalui upaya rekonstruksi.

Baca Juga  Ciptakan Keamanan Debat Zona Barat, Polisi Survey Lokasi

Semua ini sejalan dengan program dan visi misi SAAT JAYA. Pemerintahan JM-Arasy dan SAAT JAYA seperti gayung bersambut. Karena itu apa yang diprogramkan SAAT JAYA sudah pasti terealisasi pada saat kepemimpinannya nanti karena usulan pada pemerintahan terdahulu merupakan prototype dari visi misinya. Misalnya harapan untuk pengalokasian dana alokasi bidang infrastruktur, terutama DAK Infrastruktur Publik Daerah (IPD) sebesar Rp 40,48 milyar untuk Tahun 2016, dialokasikan untuk sektor jalan 34,54%, sektor irigasi 44,47%, air minum 6,08%, sanitasi 8,65% dan kelautan perikanan 6,18%. DAK IPD untuk sektor jalan diarahkan untuk penanganan ruas Batu Dulang–Tepal, peningkatan jalan Jembatan Mokong, Tero dan peningkatan Jembatan Selingar Tolo’oi Kecamatan Tarano. Sementara untuk sektor irigasi diarahkan untuk rehabilitasi jaringan irigasi di 71 daerah irigasi kewenangan kabupaten dan sebagian lagi untuk rehab bendung.

Reformasi Birokrasi dan Kesejahteraan Aparatur

Demikian dengan percepatan reformasi birokrasi. Program SAAT JAYA untuk hal ini di antaranya pelayanan pemerintahan berbasis kecamatan dengan dukungan anggaran dan prasarana yang memadai, memberi reward kepada pegawai inovatif dengan promosi atau insentif lainnya. Mengupayakan pemerataan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD), dan meningkatkan honor tenaga kontrak sesuai UMK secara bertahap.

Program ini sudah diusulkan dan siap dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2016. Kenaikan TKD itu sebesar 6 persen dari gaji pokok dan tunjangan mengacu kepada besaran kenaikan di tahun Anggaran 2014 dan tahun anggaran 2015. Untuk staf golongan II Rp 700 ribu, golongan III Rp 850 ribu, eselon 4B Rp 1,1 juta, eselon 4A Rp 1.250.000, eselon 3B Rp 1,5 juta, eselon 3A Rp 1.650.000, dan eselon 2 Rp 2 juta. Artinya separuh program SAAT JAYA telah diusulkan JM-Arasy yang memang mendukung pasangan yang terkenal dengan jargonya “SAATNYA SUMBAWA JAYA”. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD