Rebut Nominasi Terbaik, Bupati Sumbawa Presentasikan Pengembangan Pendidikan Islam

oleh -1 views

JAKARTA, SR (03/12/2015)

Setelah beberapa jam menerima penghargaan Anugerah Desa Membangun Indonesia 2015 dari Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI, Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik melanjutkan Presentasi Nominasi 6 Besar Nasional Apresiasi Pendidikan Islam 2015 Kementerian Agama RI, Rabu (2/12) kemarin. Acara Kementerian Agama (Kemenag) RI yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta ini menghadirkan panelis nasional dari beberapa perguruan tinggi Islam di Indonesia.

Bupati Sumbawa mempresentasikan kebijakan dan dukungan pemerintah daerah bagi pengembangan pendidikan Islam baik formal maupun non formal di Kabupaten Sumbawa di hadapan para panelis yang terdiri dari Prof Dr H Imam Tholkhah MA dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kemenag, Prof. Dr. H. Siswato Masruri MA dari UIN Yogyakarta, Prof. Dr. Rusmin Tumanggor dari UIN Jakarta, Prof. Dr. Muhammad Ramli, M.Si dari UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. A. Basuki Singgih MA dari UIN Yogyakarta, dan Prof. Dr. Arsyad Ashar MA dari UIN Alauddin Makassar. Turut hadir Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin MA. “Suatu kehormatan bagi Kabupaten Sumbawa baru kali ini bapak Dirjen Pendis ikut menghadiri presentasi Apresiasi Pendidikan Islam 2015,” demikian disampaikan Ketua Panelis Prof. Dr. H. Imam Tholkhah MA saat membuka presentasi.

Bupati JM Presentasi Islam 2Bupati Sumbawa yang didampingi Asisten Pemerintahan Dr. H. Muhammad Ikhsan M.Pd, Kabag Aset Daerah Varian Bintoro M.Si, Kabag Humas Protokol Rachman Ansori MSE, dan yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Sumbawa Muhammad Firdaus SKH M.Pd memaparkan kebijakan kepala daerah, implementasi kebijakan kepala daerah, hasil dari kebijakan dan implementasi kebijakan, maupun komitmen kepala daerah di masa mendatang tentang Pendidikan Islam di Kabupaten Sumbawa. Bupati Sumbawa menjelaskan tentang filosofi kehidupan beragama dan pendidikan Islam di Kabupaten Sumbawa yang melekat pada kultur budaya masyarakat Sumbawa “adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan kitabullah, taket ko nene’ kangila boat lenge”. Secara formal lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Sumbawa mengalami perkembangan tiap tahunnya baik dari jumlah sekolah, jumlah siswa maupun dari segi kualitasnya. Pemda memberikan dukungan secara proporsional sesuai kemampuan anggaran daerah. Untuk mendukung pengembangan pendidikan Islam di Kabupaten Sumbawa, Pemda menyediakan sekitar Rp 5 sampai 6 milyar tiap tahun dari APBD. Anggaran dimaksud tidak termasuk anggaran untuk penyediaan tanah yang dapat dihibahkan kepada Kementerian Agama RI sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku baik untuk Madrasah, Forum Keagamaan, KUA dan sebagainya. Saat ini Kabupaten Sumbawa telah menyiapkan anggaran pengadaan tanah pada Tahun Anggaran 2016 yang diperuntukkan bagi Pembangunan Madrasah Aliyah Kejuruan dan Keagamaan MKK yang mengacu pada Surat Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. DJ.I/Dt.I.I/3/PP.03/274/2015 tanggal 5 Oktober 2015 tentang Persetujuan Madrasah Keagamaan dan Kejuruan Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga  Presiden Jokowi Serahkan 1.500 Sertifikat di Cilacap

Pada kesempatan itu, Dirjen Pendidikan Islam menyampaikan apresiasi kepada Pemda Sumbawa yang telah banyak memberikan konstribusi kepada pengembangan pendidikan Islam di Kabupaten Sumbawa baik formal dan non formal. Kedepan Dirjen mengharapkan agar kerjasama pengembangan pendidikan Islam dapat terus ditingkatkan dan menjadi bagian dari penyelenggaraan otonomi daerah. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD