BPKP Belum Serahkan Hasil Audit PNPM Lunyuk

oleh -1 views

SUMBAWA BESAR, SR (03/12/2015)

Meski BPKP telah menyelesaikan perhitungan kerugian negara kasus PNPM GSC Kecamatan Lunyuk, namun hingga kini hasilnya belum diserahkan ke Kejaksaan Negeri Sumbawa. Permohonan perhitungan kerugian negara ini diajukan kejaksaan ke BPKP sejak 16 April lalu yang ditindaklanjuti Tim BPKP dengan melakukan audit investigasi di lapangan 14 September 2015.

Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasi Pidsus, Iwan Kurniawan SH, Kamis (3/12) mengakui belum menerima hasil perhitungan tersebut dari BPKP. Dari informasi yang diperoleh hasilnya sudah ada. Karena itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPKP untuk memastikannya. Dari jawaban yang diperoleh rencana hasil audit tersebut dikirim BPKP, Senin mendatang. Setelah hasilnya diterima, lanjut Iwan—sapaan akrab jaksa pejabat ramah ini, akan dipelajari kemudian meminta keterangan saksi ahli dari BPKP.

Disinggung besarnya kerugian negara hasil perhitungan BPKP, Iwan mengaku belum mendapat bocoran. Namun dari hasil perhitungan kejaksaan secara kasar, diduga kerugian negara mencapai Rp 1,6 miliar. Untuk mengembalikan kerugian negara ini, pihaknya sudah memblokir hasil penjualan aset tersangka dengan nilai sekitar Rp 300 juta. “Sampai sekarang belum ada pengembalian kerugian negara oleh tersangka berinisial TS ini, tapi sudah ada niat untuk dikembalikan dengan cara mencicil,” tandasnya.

Kasus PNPM Lunyuk mulai mencuat awal 2014 setelah beredar informasi pengurus UPK Tahun 2013 membobol dana PNPM sebesar Rp 1,6 miliar. Dana itu dicairkan namun tidak dialokasikan untuk melaksanakan program. Akibat adanya kasus ini program PNPM Lunyuk terpaksa dihentikan, dan pemerintah pusat telah menyatakan Lunyuk sebagai kecamatan bermasalah. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Pecandu Narkoba di Sumbawa Didominasi Kalangan Pelajar