Tahun Depan, PNPM GSC di Sumbawa Harus Menggeliat

oleh -9 views

SUMBAWA BESAR, SR (27/11/2015)

Sumbawa merupakan salah satu kabupaten yang terpilih untuk melaksanakan PNPM Generasi Sehat dan Cerdas. Program ini merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka penanggulangan kemiskinan guna mendukung pencapaian target Millenium Development Goals (MDG’S) di bidang pendidikan dan kesehatan.

Selain itu meningkatakan IPM Kabupaten Sumbawa di bidang pendidikan dan kesehatan, serta mendukung pelaksanaan undang-undang desa, salah satunya telah dikeluarkan Peraturan Bupati tentang Daftar Kewenangan Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa. Dalam Perbup itu telah disebutkan hal-hal yang menjadi kewenangan lokal berskala desa khususnya bidang pelayanan dasar sehingga diharapkan kepada stakeholder selalu berkoordinasi dan bersinergi sehingga dalam proses perencanaan dan menetapkan kegiatan tidak membias terhadap pemborosan anggaran. “Kedepan proses perencanaan dalam program PNPM GSC terinteraksi dengan perencanaan pembangunan desa yaitu melalui musyawarah pembangunan desa,” ungkap Bupati Drs H Jamaluddin Malik saat pembukaan di Hotel Parahyangan, belum lama ini.

PNPM Generasi Sehat dan Cerdas di Kabupaten Sumbawa lanjutnya, telah dilaksanakan sejak Tahun 2010 lalu. Hasil evaluasi pelaksanaan program menunjukkan bahwa keberadaannya memberikan dampak yang cukup signifikan bagi peningkatan kuantitas dan kualitas pendidikan anak usia sekolah dasar, pendidikan anak usia dini serta meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Meskipun demikian, tandas Bupati, pelaksanaan program di lapangan masih banyak yang perlu mendapat perhatian bersama, baik masalah koordinasi antar pelaku dan penyedia layanan, peningkatan peran pelaku program baik di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten, maupun sistem pendampingan dari para fasilitator. Beberapa indikator keberhasilan pencapaian tujuan program masih belum mencapai target yang ditentukan sehingga dipandang perlu adanya peningkatan koordinasi dan mengevaluasi kembali pelaksanaan program PNPM Generasi Sehat Cerdas untuk menentukan rencana tindaklanjut program pada Tahun 2016. “Untuk keberhasilan pelaksanaan program perlu ada langkah cerdas dari semua pihak sebagai pelaku untuk bersinergi. Pemerintah tidak akan maksimal dalam pelaksanaan program tanpa sinergitas semua pihak,” ucap JM-sapaan akrab Bupati Sumbawa.

Baca Juga  IGEM Comptition Resmi Dibuka, UTS Siap Bersaing

Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Sumbawa, Tarunawan S.Sos menerangkan, secara umum permasalahan pendidikan dan kesehatan disebabkan beberapa factor. Yaitu, ketidaktahuan dan ketidakpedulian masyarakat khususnya rumah tangga miskin terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan pendidikan. Tidak hanya itu, ketidakmampuan keuangan rumah tangga miskin untuk membiayai perawatan kesehatan dan menyekolahkan anggota keluarganya. Kondisi ini menunjukkan perlu ada upaya-upaya sistematis untuk mengatasinya. Upaya sistematis tersebut seharusnya didesain agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat, yaitu dengan menggunakan pendekatan partisipatif dari masyarakat itu sendiri. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengatasi persoalan-persoalan itu adalah meluncurkan dan melaksanakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan Generasi yang selanjutnya disebut PNPM Generasi. PNPM Generasi merupakan program khusus yang menjadi bagian dan dijalankan dalam sistem serta mekanisme PNPM Mandiri Perdesaan yang kegiatannya fokus pada penanggulangan masalah bidang kesehatan dan pendidikan. PNPM Generasi adalah program fasilitas untuk menggerakkan dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu dan anak serta pendidikan dasar menengah pertama.

Program ini memfasilitasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak serta peningkatan akses pendidikan dasar dan menengah pertama. PNPM generasi dilaksanakan melalui harmonisasi dan pengembangan sistem serta mekanisme dan prosedur program, penyediaan pendampingan dan pendanaan stimulan untuk mendorong PNPM generasi dan program-program pemberdayaan masyarakat dalam penaggulangan kemiskinan lainnya. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya kemampuan masyarakat dan pemerintah lokal dalam pengelolaan kegiatan pembangunan desa/kelurahan, partisipaasi dan swadaya masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan cukup tinggi.

Baca Juga  Gubernur dan Forkopimda Direncanakan Divaksin 14 Januari

Di samping keunggulan-keunggulan ini, program pemberdayaan masyarakat untuk penanggulangan kemiskinan yang dilakukan pemerintah juga memiliki berbagai kelemahan, yaitu, tidak sepenuhnya mengikuti mekanisme dan prosedur yang telah ada dan bersifat sementara, partisipasi masyarakat maupun pelembagaan masyarakat cenderung bersifat mobilisasi, keterlibatan pemerintaah daerah masih kurang, tidak adanya jaminan berkelanjutan, mengingat program tersebut hanya bersifat sementara. Karenanya UU No. 6 Tahun 2016 tentang Desa masih perlu dilakukan penyesuaian dengan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional sebagaimana diatur dalam UU No. 25 Tahun 2004 tentang Perencanaan Pembangunan Nasional, menyusun penyesuaian PNPM generasi dengan desa sehingga pasca program pola-pola pembangunan partisipatif yang berpihak pada layanan dasar pendidikan dan kesehatan tetap terus berjalan dan membudaya.

Dapat disimpulkan ungkap Tarunawan-sapaan akrabnya, workshop koordinasi PNPM Generasi bertujuan untuk sosialisasi dan diseminasi kebijakan PNPM Generasi Sehat Cerdas kepada seluruh stakeholder terkait di kabupaten, memperkuat komitmen pemerintah daerah dan DPRD dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat, serta memperkuat koordinasi lintas sektor. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.