Science Film Festival Bersinar Terang di Tahun Cahaya Internasional

oleh -2 views

Besok Diputar di Kota Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (24/11/2015)

Untuk keenam kalinya berturut-turut, Science Film Festival, salah satu acara paling populer di kalender kebudayaan Indonesia akan kembali hadir ke nusantara. Mengadaptasi pendekatan yang unik dalam menjelaskan isu-isu ilmiah dengan cara yang menghibur untuk mencapai target penonton muda dan meningkatkan kesadaran tentang isu-isu sains kontemporer, teknologi dan lingkungan melalui media film dan televisi. Science Film Festival ini pertamakali diprakarsai oleh Goethe-Institut Thailand pada Tahun 2005. Sejak itu, festival ini telah menjadi fenomena global di Asia Tenggara, Afrika Utara dan Timur Tengah. Pilihan film pada festival ini menunjukkan bahwa sains dapat dikomunikasikan secara edukatif, serta menghibur melalui media audio-visual. Festival yang telah berkembang jauh sejak penyelenggaraan pertamanya ini, tahun lalu mencapai angka 600.000 pengunjung di 13 negara. Di Indonesia, Science Film Festival akan diadakan dari tanggal 12 hingga 26 November di 21 kota yakni Aceh, Ambon, Balikpapan, Bandung, Bogor, Depok, Jakarta, Makassar, Malang, Manado, Mataram, Medan, Nganjuk, Samarinda, Serang, Sidoarjo, Sumbawa, Surabaya, Tangerang, Waingapu dan Yogyakarta. Science Film Festival di Indonesia dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, yang telah menjadi mitra dekat dan pendukung yang tak kenal lelah dari festival ini sejak penyelenggaraan pertamanya di Tahun 2010. Pembukaan digelar Jumat, 13 November 2015 pukul 15.00 WIB di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Diawali dengan pemberian pernyataan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, Duta Besar Jerman, Dr. Georg Witschel, dan Direktur Regional Goethe-Institut, Dr. Heinrich Blomeke pada pukul 14.30 WIB saat gathering VIP berlangsung di Graha 1 Lantai 3, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Seluruh media diharapkan untuk hadir 15 menit sebelumnya di tempat pers Science Film Festival 2015 di depan Graha 1 Kemdikbud. Sebelumnya pada pagi hari di lokasi yang sama berlangsung sebuah pemutaran pra-pembukaan antara jam 09.00 – 11.00 WIB dan media juga diundang untuk hadir.

Baca Juga  Pilgub NTB, Diwacanakan Sunarpi--Mori

Sesuai dengan tema “International Year of Light” dari Perserikatan Bangsa Bangsa, Science Film Festival tahun ini mengundang penontonnya untuk menemukan peran dari cahaya dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari dan hal-hal yang mengungkapkan sifat alam semesta. Manusia menggunakan cahaya untuk menemukan solusi masalah yang paling mendesak dari masyarakat. Dari pencetakan 3-D yang membawa solusi energi untuk negara berkembang, cahaya adalah kunci dalam menggerakkan perekonomian dan mendorong perkembangan di abad ke-21. Cahaya telah merevolusi pengobatan, membuka komunikasi internasional melalui internet dan berlanjut menjadi pusat untuk menghubungkan aspek budaya, ekonomi dan politik dari masyarakat global. Science Film Festival melanjutkan kerjasamanya dengan mitra lokal. Tahun ini, Kedutaan Besar Jerman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Institut Français Indonesia, Universitas Paramadina, KUARK, PASCH, Wisma Jerman Universitas Kristen Satya Wacana dan PPIPTEK adalah mitra resmi festival, sedangkan Allianz adalah sponsor premium acara festival ini.

Tahun ini, Science Film Festival di Indonesia adalah bagian dari Jerman Fest. Jerman Fest adalah sebuah inisiatif dari Kementrian Luar Negeri Jerman dan diselenggarakan berkat kerjasama antara Goethe-Institut Indonesien, Kedutaan Besar Jerman dan EKONID. (JEN/SR)

 

bankntb DPRD DPRD