Selamat dari Maut Setelah 4 Kali Ditembak

oleh -10 views

SUMBAWA BESAR, SR (22/11/2015)

Syarifuddin (33) selamat dari maut setelah ditembak berkali-kali menggunakan senjata api jenis pistol oleh Bados (34) tetangganya di Desa Propok, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa. Bahkan Arif—sapaan akrab Syarifuddin, berhasil melukai Bados dalam upaya membela diri dan lepas dari ancaman kematian. Peristiwa yang terjadi Jumat (20/11) sore lalu ini, menjadi berkah bagi Bripka Syamsuddin—anggota Polsek Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) karena berhasil menemukan kembali senjata apinya yang hilang saat kediamannya kemalingan beberapa bulan lalu.

Kepada SAMAWAREA, Minggu (22/11), Arif menuturkan kisah heroiknya ini. Berawal ketika Arif yang baru saja pulang dari Utan, didatangi Bados. Sambil marah-marah Bados mengancam akan membunuhnya. Arif dituduh telah memberikan foto Bados kepada warga Kalabeso yang ingin mengenalnya. Tentu saja tuduhan itu dibantah Arif karena memang tidak pernah melakukannya. Apalagi Arif mengaku tidak punya keuntungan sedikit pun untuk melakukan hal yang membuat Bados marah besar. Namun klarifikasi Arif ini tidak diterima Bados. Bahkan Bados menolak ketika Arif mengajaknya bersumpah dengan cara berjabat tangan untuk membuktikan jika tuduhan itu tidak benar. Bados tetap berpegang pada laporan temannya di Kalabeso jika Arif lah yang memberikan fotonya kepada warga di sana. Melihat gelagat yang tidak beres, Arif langsung mengajak istrinya naik ke atas rumah panggung miliknya, meninggalkan Bados yang masih ngoceh di terasnya. Terlebih lagi, Bados sempat memperlihatkan senjata api yang terselip di pinggangnya dengan cara mengangkat baju. Beberapa lama kemudian, suara Bados tidak terdengar lagi, dan sepertinya sudah meninggalkan tempat.

Baca Juga  Polres Sumbawa Siapkan Pengamanan Sambut Jokowi

Meski demikian Arif mengaku resah dengan ancaman tersebut, lalu berinisiatif mencari Bados di rumahnya yang berjarak sekitar 100 meter. Saat itu Arif datang bersama seorang temannya bernama Syahril untuk menyelesaikan persoalan yang dituduhkan kepadanya. Ketika tiba di tempat tujuan, Bados tidak ada di rumah, dan Arif pun menunggu dengan duduk bersama tetangga setempat yang sudah mulai ramai. Tak berselang lama, muncul Bados bersama temannya. Dalam jarak 30 meter di seberang jalan, Bados mencabut senjata api lalu menembak ke arah Arif dan para tetangga. Semua lari kocar kacir menyelamatkan diri, termasuk Arif. Bados langsung mengarahkan senjata dan kembali menembak Arif, tapi meleset. Dengan ketakutan Arif kemudian bersembunyi di balik sebuah tembok rumah warga. Arif sempat melihat rekannya, Syahril dikejar oleh ED—rekan Bados menggunakan senjata tajam. Sedangkan Bados ikut mengejar di belakang ED. Namun langkah Bados terhenti setelah melihat Arif di balik tembok. Dalam jarak satu meter, Bados langsung mengarahkan pistol itu tepat di wajah Arif. Saat dua kali pelatuk dilepas, pistol tidak meletus. Arif pun tak menyia-nyiakan kesempatan lalu menyerang Bados menggunakan parang. Sekali tebas, lengan Bados terluka. Bados pun panik lalu berusaha kabur. Tapi Arif kembali mengarahkan parangnya tepat di kepala bagian belakang. Dalam kondisi terluka dan berdarah, Bados kabur sambil menghalau Arif menggunakan pistol yang setiap kali pelatuknya dilepas, selalu tidak berbunyi. Meski belakangan diketahui ternyata masih tersisa dua butir peluru tajam di selonsong. “Karena lelah, saya tidak meneruskan pengejaran lalu berbalik pulang,” aku Arif.

Baca Juga  Ponpes Dea Malela Sabet Juara Umum Marching Band Adhyaksa Cup 2018

Ia mengaku telah dimintai keterangan oleh Polsek Buer terkait dengan peristiwa tersebut. Sedangkan Bados kini masih dirawat di RSUP Abdul Kadir Manambai Sumbawa dalam penjagaan ketat aparat Polres Sumbawa. ED rekan Bados, telah diamankan polisi beserta barang bukti senjata api jenis pistol dan dua butir peluru.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Sumbawa, IPTU Tri Prasetiyo mengatakan, penemuan senpi ini secara tak terduga. Bermula ketika menjelang magrib terjadi keributan di Desa Propok, Kecamatan Buer. Dari keributan itu terdengar suara letusan senjata. Singkatnya, Bados ditemukan rekannya ED, dalam kondisi terluka dan berlumuran darah. Bados meminta ED mengantarnya ke Puskesmas Buer. Ketika berada di depan pintu ruangan Puskesmas, Bados mengeluarkan senjata api yang berisi dua butir peluru tajam lalu menitipkannya kepada ED untuk disimpan.

Selanjutnya ED ke rumah pamannya menyimpan senpi dimaksud. ED kembali di puskesmas. Namun tak berselang lama muncul Bripka Syamsuddin anggota Polsek Seteluk yang sebelumnya kehilangan Senpi menemui ED untuk menanyakan keberadaan senjata tersebut. Bersama ED, anggota polisi ini mengambil senpi itu dan memang benar adalah miliknya. Selanjutnya ED dibawa ke Polres Sumbawa, sedangkan Bados masih dalam perawatan. “Kami masih mengamankan ED, dan Bados masih dirawat di rumah sakit. Sedangkan barang bukti berupa senpi dan dua butir peluru sudah diamankan,” kata IPTU Tri, seraya menyatakan bahwa kasus penemuan senpi ini akan dikembangkan, sekaligus berusaha mengungkap kasus pencurian di kediaman Bripka Syamsuddin. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD