Mantan Ketua DPC Nasdem Utan Diduga Lakukan Intrik Politik

oleh -1 views

Disinyalir Gara-gara Minta Jatah PAW Ditolak

SUMBAWA BESAR, SR (22/11/2015)

Munculnya pemberitaan di salah satu media cetak lokal bahwa Muslim Hasan—Ketua DPC Nasdem Kecamatan Utan menarik dukungan pada pasangan SAAT-JAYA dan mendukung HUSNI-MO, ditanggapi santai Ketua DPD Nasdem Kabupaten Sumbawa, Chandra Wijaya Rayes ST. Ia menilai penarikan dukungan terhadap paket yang diusung Partai Nasdem, Hanura, PPP dan PKPI, tidak berpengaruh terhadap dukungan masyarakat Utan terhadap pasangan yang dikenal dengan jargon Saatnya Sumbawa Jaya. Namun demikian Jaya—sapaan akrab politisi yang kini maju sebagai Calon Wakil Bupati Sumbawa, ingin meluruskan kedudukan Muslim Hasan di partai yang dipimpinnya. Ditegaskan Jaya, Muslim Hasan sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPC Nasdem Utan karena sudah mengundurkan diri sejak setahun lalu tepatnya, 26 Agustus 2014. Ini dibuktikan dengan surat pengunduran dirinya yang diterima DPD Nasdem. Dalam surat itu, Lo—sapaan akrab Muslimin Hasan, mengemukakan alasan pengunduran dirinya yakni karena padat kesibukan, terganggunya kegiatan-kegiatan yang lain sepanjang masih menjadi pengurus partai, dan ingin berkarya di luar partai. Surat itu telah dijawab DPD Nasdem Sumbawa disertai dengan ucapan terima kasih atas upaya Lo dalam membesarkan partai selama menjadi pengurus. “Jadi bukan karena tidak ada keharmonisan di dalam partai, apalagi miskomunikasi dan tidak adanya transparansi. Alasannya pengunduran dirinya jelas,” tukas Jaya. Terhadap publikasi pengunduran diri yang dilakukan Lo baru sekarang, ungkap Jaya, diduga tidak lebih dari intrik politik dan ingin membuat opini publik menjelang Pilkada Sumbawa. “Kenapa publikasi pengunduran dirinya tidak dilakukan setahun yang lalu, kenapa baru sekarang ?” tanya Jaya.

Baca Juga  Husni Djibril: Lawan Kotak Kosong ? Menang Saja Kita Malu, Apalagi Kalah

Sesungguhnya dari awal, pihak DPD sudah mengetahui jika Lo mendukung pasangan selain yang didukung Partai Nasdem. Hal itu tidak dipermasalahkan karena merupakan hak setiap warga negara. Mengenai siapa yang terpilih pada Pilkada mendatang itu sudah ditakdirkan Allah SWT, tinggal ikhtiar dan doa yang dilakukan secara maksimal.

Minta Jatah PAW

Ditanya SAMAWAREA selain intrik politik apakah ada hal yang menjadi alasan Lo mempublikasikan pengunduran dirinya ? Jaya mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun sebelumnya ada permintaan Lo yang tidak dikabulkannya. Setelah mengundurkan diri Agustus 2014, cerita Jaya, Lo tidak lagi pernah berkomunikasi dengannya. Tapi ketika mendengar adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengharuskan anggota DPRD yang mencalonkan diri pada Pilkada mengundurkan diri, Lo beberapa kali datang kepadanya. Artinya dia harus di PAW dan digantikan oleh caleg di Dapil yang sama dan memiliki suara terbanyak kedua setelah dirinya. Kebetulan Caleg tersebut adalah Bunardi, sedangkan Muslim Hasan alias Lo berada di urutan ketiga. Lo meminta agar jabatan DPRD Sumbawa dibagi rata dengan Bunardi, masing-masing menjabat selama dua tahun. Selain menyampaikan kepadanya kata Jaya, Lo juga intensif berkomunikasi dengan Sekretaris DPW Nasdem NTB. Saat dirinya menggelar rapat di DPW, persoalan Lo sudah disampaikan bahwa tidak ada mekanisme dalam Nasdem yang konsiderannya menyatakan harus dibagi masa jabatan dibagi dua. Ia sebagai Ketua DPD Nasdem Sumbawa ingin menjalankan roda organisasi yang normal-normal, dan tidak ada yang aneh-aneh dengan mengacu pada aturan yang ada. Jika dia mengabulkan permintaan Lo untuk berbagi jatah PAW, ini akan menjadi preseden buruk karena pada pemilu mendatang para caleg akan menuntut banyak aturan atas dasar keinginan pribadi. Kader yang ingin menjadi Caleg lebih dahulu membicarakan PAW daripada berbicara untuk membesarkan partai. Karenanya ia optimis, simpatisan SAAT JAYA di Utan tidak terpengaruh dengan intrik politik yang dilakukan Muslim Hasan, bahkan menjadi semakin solid dan simpatik terutama di wilayah Bajo dan komunitas pasar. (JEN/SR)

 

bankntb DPRD DPRD