Bupati KSB Protes Paslon Gunakan Simbol Pemerintah

oleh -13 views
Penjabat Bupati KSB, Dr. Ir. H Abdul Hakim, MM

TALIWANG, SR (22/11/2015)

Penjabat Bupati Sumbawa Barat, Abdul Hakim melancarkan protes terhadap Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang menggunakan simbol-simbol pemerintah. Ini karena kecewa dan keberatan terhadap salah satu Paslon yang menggunakan fotonya dan lambang daerah dalam pagelaran perlombaan Barapan Kerbau, sebab melanggar aturan pemilu. Event barapan yang dilaksanakan Gabungan Kelompok Pecinta Barapan Kerbau (GB2B2K) Sumbawa Barat itu kata Bupati, memasang foto dirinya, lambang daerah serta kepala dinas pariwisata setempat dalam undangan Barapan yang ditandatangani salah satu paslon yang tengah bertarung. “Saya datang dan diperintahkan Gubernur untuk menjamin pelaksanaan Pilkada berjalan baik dan aman. Termasuk menegaskan netralitas PNS dan pemerintah. Sesuai dengan aturan dan undang-undang, penyalahgunaan atribut dan fasilitas atau simbol pemerintah untuk kepentingan politik atau paslon tertentu dalam suasana pemilu melanggar hukum dan peraturan tentang pemilu,” ujarnya.
Karena itu, Abdul Hakim menegaskan telah berkoordinasi dengan kepolisian melalui satuan Intelijen untuk menarik seluruh undangan yang memuat foto dirinya dan simbol pemerintah dari peredaran. “Saya meminta kepolisian dan Panwaslu menarik seluruh atribut pemerintah yang memampang salah satu wajah paslon untuk kegiatan kampanye,” katanya lagi.

Ia mengatakan, langkah pihak-pihak yang menggunakan atribut atau simbol pemerintah menciderai kualitas pemilu. Upaya ini bisa memicu konflik politik dan memanasnya suasana di tengah paslon lain yang membutuhkan pemerintah harus bertindak netral. “Pemerintah menyatakan keberatan tentang masalah ini. Saya menyerahkan kasus ini kepada kepolisian dan Panwaslu setempat. Jika memungkinkan, kami akan melakukan laporan resmi pelanggaran pemilu dan penyalahgunaan atribut dan simbol pemerintah tanpa izin,” terangnya.

Baca Juga  Nekat Rebut Senjata Polisi , Spesialis Curanmor Ditembak

Sementara itu, kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setempat, H Muhammad Taufik, membantah bahwa undangan lomba barapan itu dibuat atau difasilitasi pihaknya. Di hadapan bupati, H Taufik bersumpah bahwa undangan itu baru ia terima langsung dari panitia barapan.
“Bukan kami yang buat pak bupati. Kami juga kaget kok bisa dicetak begini. Saya akan tarik undangan ini pak,” janjinya setelah melaporkan masalah ini ke bupati secara langsung, di Pendopo, Sabtu malam lalu.

Sementara itu kepolisian Sumbawa Barat memastikan telah memanggil kepala dinas pariwisata dan ketua panitia barapan. Keduanya dimintai klarifikasi terkait tujuan dan proses pembuatan undangan itu. Sumber kepolisian setempat mengatakan, ketua panitia barapan yang diwakili, Sarimin meminta maaf kepada kepolisian dan pemerintah atas kesalahan tersebut. Ia mengaku tidak bermaksud menggunakan logo dan foto bupati untuk tujuan kampanye salah satu paslon. Usai klarifikasi tadi, keduanya menandatangani surat pernyataan untuk segera menarik seluruh undangan dan atribut kegiatan barapan yang memasang foto bupati dan lambang daerah dari peredaran. “Surat itu sudah ditandatangani keduanya. Ini pegangan kepolisian sebagai jaminan bahwa tidak ada aktifitas kampanye yang melibatkan symbol-simbol pemerintah dalam event barapan yang diketuai oleh salah satu paslon tersebut,” demikian sumber tersebut. (AR/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.