Rekanan dan Tim Selektor Bansos Sapi Diperiksa Polisi

oleh -38 views

SUMBAWA BESAR, SR (20/11/2015)

Pengungkapan kasus dugaan penyimpangan bantuan sosial (Bansos) Sapi di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, yang dilaporkan Aliansi LSM Menggugat (ALIM), sudah mulai mendekati. Setelah meminta keterangan Direktur FA Fadjar Utama, Indra Abdul Majid SE selaku rekanan pengadaan ternak, kali ini penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, memeriksa sejumlah Tim Selektor Ternak dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKH Kabupaten Sumbawa, Jumat (20/11). Ir H Ismail dan Ir Darsono Saleh selaku Ketua dan Sekretaris Tim Selektor beserta lima anggotanya di antaranya Ir Zulkifli Lubis, Muhammad Tajudin S.Pt, Agus Purnama S.Pt, dan Edi Darmansyah  “Semua hadir untuk dimintai keterangannya,” kata Kapolres Sumbawa melalui Kasat Reskrim, IPTU Tri Prasetiyo yang dikonfirmasi SAMAWAREA, siang tadi.

Sebelumnya ungkap IPTU Tri, rekanan menyatakan telah menjalankan pengadaan ternak sesuai spesifikasi dan prosedur. Rekanan ini mengaku telah memenuhi jumlah ternak sesuai kontrak dan telah dibagikan kepada kelompok penerima. Mengenai ternak nasib ternak yang telah dibagikan itu apakah dijual atau dipindahtangankan, rekanan mengaku tidak mengetahuinya karena bukan bagian dari urusannya.

Sedangkan Tim Selektor menjelaskan tentang tugasnya mulai dari memeriksa fisik ternak yang diadakan rekanan pakah sesuai dengan spesifikasi di dalam kontrak. Seperti tinggi ternak, gigi, umur dan lainnya termasuk pemeriksaan darah guna memastikan ternak tersebut dalam kondisi sehat. Tak hanya itu ternak yang telah diperiksa diberikan tanda di telinga, nomor dan vaksin.

Baca Juga  Hj. Niken Dukung Penuh Program Uji Coba Pengentasan Kemiskinan

Setelah dinyatakan lulus seleksi, ternak ini didistribusikan kepada yang berhak yaitu kelompok tani yang tercantum dalam SK Bupati, yang merupakan usulan dari para anggota DPRD Sumbawa. Namun dalam pendistribusian ternak, tim selektor tidak ikut ke lapangan. Saat distribusi, rekanan didampingi petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten dan di lokasi sudah ada UPT Kecamatan yang siap menunggu untuk mengecek jumlahnya. Setelah barang diterima dibuatkan berita acara yang ditandatangani rekanan, ketua kelompok, anggota selaku penerima dan petugas UPT Kecamatan. Untuk diketahui pengadaan ternak yang kini diselidiki polisi sebanyak 1.490 ekor sapi untuk 87 kelompok yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa. Ternak ini pengadaan Tahun 2015 melalui dana APBD. Diduga bermasalah ketika muncul informasi jika terjadi transaksi dalam pemberian bansos tersebut. Disinyalir per ekornya dipungut Rp 2 juta. Namun belakangan muncul klarifikasi jika transaksi itu tidak ada kaitannya dengan sapi Bansos melainkan program sapi murah dari Jepang. Ada pengusaha bermurah hati membantu masyarakat yang kesulitan memiliki ternak karena harganya sangat mahal. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD