Besok, Admin “Rungan Samawa” Diperiksa Polisi

oleh -12 views

Polisi akan Datangkan Saksi Ahli dari UNRAM

SUMBAWA BESAR, SR (16/11/2015)

Kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik yang dilaporkan Ketua Komisi I DPRD Sumbawa, Syamsul Fikri AR S.Ag M.Si semakin mengerucut. Setelah beberapa orang saksi dimintai keterangan, kini giliran Admin Grup Facebook “Rungan Samawa” (RS) Didi Dirgantara SE. Rencananya, Admin populer tersebut akan dimintai keterangannya, Selasa (17/11) besok.  “Ya kami sudah layangkan panggilan, besok akan diperiksa,” kata Kapolres Sumbawa melalui Kasat Reskrim, IPTU Tri Prasetiyo, Senin tadi.

Grup Publik Rungan Samawa
Grup Publik Rungan Samawa

Keterangan Admin RS ini untuk memastikan kebenaran postingan tersebut berasal dari akun Hamzah Gempur Eksis sebagaimana yang disebutkan pelapor dalam laporan polisi. Selain itu juga untuk mengetahui alur postingan status dalam akun dimaksud sehingga tersiar secara terbuka ke publik. Selain Admin RS, ungkap IPTU Tri, pihaknya juga akan mendatangkan saksi ahli bahasa dari Universitas Mataram (UNRAM), serta saksi ahli lainnya seperti ahli pidana, dan ahli IT. Jika hasil pemeriksaan nanti postingan terlapor (Hamzah Gempur) ada unsur pidananya maka akan diproses lebih lanjut.

Seperti diberitakan, postingan Hamzah yang diakunnya bernama Hamzah Gempur Eksis terpublikasi di media sosial Facebook dalam Grup Rungan Samawa pada Selasa (3/11) lalu. Karena merasa namanya dicemarkan Syamsul Fikri Ketua Komisi I DPRD Sumbawa sekaligus Ketua DPC Demokrat Kabupaten Sumbawa ini resmi melaporkan kasus tersebut ke Polres Sumbawa, dengan nomor polisi LP/760/XI/2015/SPKT. Saat melaporkan kasusnya, Fikri didampingi kuasa hukumnya, Kusnaini SH dan sejumlah pengurus DPC Demokrat. Dan selama hampir dua jam Fikri dimintai keterangan di ruang Reserse dan Kriminal (Reskrim) oleh penyidik AIPTU Jakun untuk dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP). Dalam postingan itu disebutkan ada bantuan sapi dari luar negeri dan untuk mendapatkannya masyarakat dipungut uang senilai Rp 2 juta per ekor. Disebutkan juga, salah satu dari lima juru pungut itu berinisial MD yang dicurigai sebagai anak emas Ketua Komisi I DPRD Syamsul Fikri S.Ag. Terkesan dalam postingan itu bahwa pungutan yang dilakukan MD ini atas suruhan dan sepengetahuan Ketua Komisi I. Inilah yang kemudian membuat Syamsul Fikri sangat keberatan. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Kunjungi Panti Asuhan, Kejari Sumbawa Peduli Anak Yatim