Mantan Kadistamben Sumbawa Diperiksa Polisi

oleh -13 views

SUMBAWA BESAR, SR (15/11/2015)

Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa terus mendalami bukti dan keterangan terkait dugaan penyimpangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kecamatan Labangka. Setelah sejumlah saksi dimintai klarifikasi, giliran mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Sumbawa, Ir A Rahim memberikan keterangannya kepada penyidik. Selama hampir dua jam, mantan Kadistamben yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas PU Sumbawa ini berada di ruang Unit Tipikor.

Dalam keterangannya, Ir A Rahim mengakui jika keberadaan program itu pada saat dia menjabat. Sebelumnya proyek tersebut diusulkan Pemda Sumbawa kepada Gubernur NTB agar PLTS terkoneksi jaringan dapat dibangun di Sumbawa. Menindaklanjuti usulan ini, tim dari Kementerian ESDM turun ke lapangan. Awalnya, Kementerian ESDM memiliki dua lokasi pilihan di NTB yaitu Kabupaten Lombok Timur dan Sumbawa. Setelah melihat spesifikasi yang ada termasuk luas lahan, Sumbawa disetujui sebagai Lokasi pembangunan Proyek PLTS, tepatnya di Kecamatan Labangka. Meski sudah dibangun, belum ada penyerahan dari Kementerian ESDM kepada Pemda Sumbawa. Alasannya masih terkendala hal tekhnis. Hingga saat ini PLTS tersebut belum bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK
Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK

Kapolres Sumbawa AKBP, Muhammad SIK membenarkan adanya klarifikasi dari mantan Kadistamben mengenai PLTS tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima polisi, Proyek PLTS itu dibangun pada Tahun 2012 lalu dan sudah selesai dikerjakan namun diserahkan kepada Pemda Sumbawa. “Ini yang ingin kami ketahui apakah Pemda tidak mau menerima karena tidak sesuai atau bagaimana. Ini masih kita dalami. Dan semua pihak terkait akan kami panggil,” kata Kapolres di ruang kerjanya, Minggu (15/11).

Baca Juga  Sabung Ayam di Brang Biji Dibekingi Oknum Aparat

Diberitakan sebelumnya, Proyek PLTS Interkoneksi 1 Mega Watt di Kecamatan Labangka ini belum bisa dimanfaatkan. Proyek ini merupakan proyek pusat dengan nilai anggaran mencapai Rp 31,8 miliar. Dalam proyek itu dibangun sekitar 70 unit pembangkit tapi hanya 38 unit yang bisa dimanfaatkan. Diduga proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.