SAAT JAYA Detail Akurat, HUSNI MO dan JIWA Ringkas

oleh -23 views

Penyampaian Visi Misi Debat Kandidat di Plampang

SUMBAWA BESAR, SR (12/11/2015)

Ribuan orang memadati arena debat kandidat calon bupati dan wakil bupati Sumbawa di Lapangan Sepak Bola Desa Sepakat Kecamatan Plampang, Kamis (12/11). Selain ini debat terakhir, masyarakat juga ingin mendengar visi misi atau program dari ketiga calon yaitu Jack Morsa H Abdullah S.Adm–H Irwan Rahadi ST (JIWA), H A Saat Abdullah ST–Chandra Wijaya Rayes ST (SAAT JAYA) dan HM Husni Jibril BSc–Drs H Mahmud Abdullah (HUSNI MO) sebagai bahan bagi mereka untuk memberikan hak pilihnya nanti. Dipandu Moderator, Dr Bambang Ali Nugraha—Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya malang, para paslon harus mampu menguasai dan menjelaskan seputar pertanian, peternakan, kemaritiman, dan tata ruang.

HUSNI MO

Debat 3 Husni MoKesempatan pertama diberikan kepada HUSNI MO—pasangan bernomor urut tiga yang didukung PDIP dan Demokrat. Dalam penyampainya, HUSNI MO ingin terwujudnya masyarakat Sumbawa yang berdaya saing, mandiri dan memiliki kepribadian dengan semangat gotong-royong.

Untuk bidang pertanian, HUSNI MO menempatkan pertanian sebagai sektor penggerak pembangunan, karena memberikan konstribusi 43 persen terhadap ekonomi Sumbawa dan mampu menyerap 70 persen tenaga kerja. Karena itu HUSNI MO berkomitmen membangun sektor ini sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dengan cara meningkatkan pendapatan perkapita dan nilai tukar petani, serta peningkatan produksi dan produktifitas. Selain itu membangun infrastruktur seperti jalan usaha tani, menjamin ketersediaan pupuk, bibit, dan sarana produksi serta memfasilitasi pembiayaan usaha tani sehingga terbebas dari jeratan rentenir.

Di Bidang Peternakan, Sumbawa dikenal sebagai daerah lumbung ternak, dan mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup dari hasil peternakan. Karenanya HUSNI MO komit mewujudkan daerah ini sebagai salah satu sentra ternak Indonesia, dengan cara membangun sentra peternakan rakyat, pusat kesehatan hewan dan membentuk satgas di kawasan sentra ternak, serta menjamin kestabilan harga ternak.

Kemudian, Bidang Kemaritiman, sumber daya laut di daerah ini sangat melimpah. Dari 24 kecamatan 18 di antaranya merupakan kecamatan pesisir dengan luas garis pantai terpanjang di NTB. Selain itu Sumbawa memiliki 62 pulau-pulau kecil yang eksotis termasuk Teluk Saleh yang diakui sebagai aquarium dunia. Memahami dan meyadari potensi ini HUSNI MO komit mewujudkan kabupaten Sumbawa sebagai kabupaten maritime sebagaimana termaktup dalam visi misi pembangunan nasional yaitu menjadikan Indonesia salah satu poros maritim dunia.

Untuk bidang tata ruang, HUSNI MO akan mewujudkan tata ruang yang sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lahan. Tata ruang ibukota kecamatan akan ditata, juga berencana mewujudkan tata ruang strategis kabupaten dan pengembangan sipil informasi tata ruang untuk investasi di Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga  Dukung Pariwisata, Gubernur NTB Resmikan Lombok Vaganza Hotel

SAAT JAYA

Debat 3 saat jayaKesempatan kedua diberikan kepada pasangan SAAT JAYA. Pasangan bernomor urut 2 yang diusung Hanura, Nasdem, PKPI dan PPP ini menyatakan datang dengan visi besar untuk mewujudkan Sumbawa pintar sehat dan berbudaya. Dengan visi tersebut SAAT JAYA berharap IPM Sumbawa bergerak dari kategori sedang ke kategori tinggi tercapai dalam 5 tahun.

Untuk merealisasikan visi tersebut SAAT JAYA menyiapkan beberapa program yaitu peningkatan nilai tambah Pertanian . Seperti menciptakan lahan produktif seluas 49.200 hektar, dengan mempercepat realisasi pembangunan 3 bendungan (Labangka Kompleks, Beringin Sila dan Kerekeh), 6 embung (Penyempeng, Sangkok Bawi, Tiu Rarang, Tiu Sabangka, Brang Nunang, dan Jurumapen) dan 250 daerah irigasi desa termasuk Cekdam, serta 500 sumur bor.

Memperkuat daerah tangkapan air sebagai sumber air baku dan irigasi masyarakat. Misalnya, melindungi wilayah Dodo dan Jaran Pusang sebagai daerah tangkapan air bagi masyarakat Labangka, Plampang dan Maronge, serta memperkuat wilayah hutan sekitar Penyempeng untuk daerah tangkapan air Empang dan Tarano. Masih di bidang pertanian, membangun jalan usaha tani sepanjang 400 kilometer, memperbanyak sumber benih atau penangkaran benih pertanian untuk mempermudah akses petani terhadap sumber-sumber benih unggul, memperkuat Kecamatan Plampang sebagai sentra industri pengolahan sawo baik skala rumah tangga maupun industri kecil. Mendorong berkembangnya industri pengolahan jagung di Plampang dan Labangka. Dan menjadikan kawasan timur Sumbawa sebagai sentra pengembangan varietas bawang unggul.

Bidang Peternakan, yaitu penguatan Sumbawa sebagai kabupaten ternak. Yakni, menjadikan kawasan timur Sumbawa sebagai sentra pengembangan kerbau nasional dengan mengoptimalkan fungsi UPT Kerbau di Kecamatan Maronge. Memperkuat Sumbawa sebagai penopang utama program bumi sejuta sapi (BSS). Mendorong berkembangnya industri pengolahan daging, memfasilitasi berkembangnya industri pakan ternak, melakukan revitalisasi LAR dengan mengoptimalkan kawasan hutan produksi sebagai wilayah LAR. Kondisi LAR harus meningkat hingga ada manejemen LAR yang merupakan kolaborasi pemerintah–kelompok peternak dan dunia usaha. Melalui revitalisasi ini, pemerintah dapat membangun kerjasama pengembangan ternak modern dan terintegrasi. Hal ini sejalan dengan peraturan Menteri Kehutanan tentang Silvopastura 2014, yang memberikan ruang pengembangan ternak dalam kawasan hutan.

Selanjutnya, Bidang Kelautan (Maritim). Pasangan yang dikenal dengan jargon SAATNYA SUMBAWA JAYA ini akan mengoptimalisasi potensi kelautan dan pemberdayaan nelayan dengan cara memperkuat sentra minapolitan rumput laut di Labuan Jambu/Labuan Aji, Teluk Santong, Sangoro dan sekitarnya dengan mendorong berkembangnya industri pengolahan rumput laut. Memfasilitasi akses permodalan nelayan perikanan tangkap (Contohnya di Labuan Jambu sudah ada BUMDes LKM (Lembaga Keuangan Mikro) yang modalnya sudah mencapai Rp 700 juta, bisa dijadikan model untuk tempat lain). Mempercepat realisasi dermaga umum Pelabuhan Teluk Santong sebagai penunjang mobilitas ekonomi masyarakat. Mendorong berkembangnya industri garam. Indonesia impor garam, padahal Indonesia memiliki panjang pantai 5 besar terpanjang di dunia, ini potensi yang harus diambil dan Sumbawa memiliki panjang pantai terpanjang di NTB. “Kita akan mendorong industri garam bersaing dengan produk garam dari daerah lain. Kita akan mendorong Labuan Bontong sebagai sentra garam di Sumbawa Timur, bersama dengan sentra Labuan Mapin di bagian barat,” tukasnya.

Baca Juga  DPR Meminta Tunjangan Profesi Guru dan BOS Tidak Dipotong

Selanjutnya, mendorong berkembangnya industri pengolahan rumah tangga berbasis hasil kelautan dan perikanan menjadi produk yang berdaya saing. Misalnya kerupuk atom di Empang dan Tarano, terasi serta masin Empang, yang citarasa siap bersaing sebagai produk khas Sumbawa. SAAT JAYA akan mendorong semua ini menjadi produk bercitarasa tinggi dan berdaya saing. Tentunya membutuhkan sentuhan teknologi sehingga produk ini memiliki nilai tambah. Menjaga potensi dan kelestarian laut dari tindakan pengeboman ikan (illegal fishing).

Bidang Penataan Ruang dan Wilayah menjadikan kawasan timur Sumbawa sebagai kawasan ekonomi integratif berbasis agropolitan dan minapolitan, dengan mempercepat realisasi dermaga umum Teluk Santong. Memperkuat kawasan Teluk Saleh sebagai aquarium nasional dan jendela wisata bahari. Sekarang sudah dirintis dengan membangun jalur Samota. Memperkuat Labangka sebagai kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) yang berbasis keunggulan pertanian, industri, dan peternakan. Memperkuat Empang Tarano dan Sumbawa selatan sebagai kawasan agropolitan  yang berbasis keunggulan pertanian, peternakan, kelautan, pariwisata, perdagangan dan jasa, perkebunan, pertambangan serta industri. Serta menjadikan Sili-Maci-Panubu sebagai kawasan pariwisata unggulan.

JIWA

Debat 3 JiwaPasangan terakhir yang menyampaikan visi misi adalah JIWA. Pasangan bernomor urut 1 yang didukung Gerindra, PKS dan PBB ini menyebutkan mereka maju dengan visi besar Sumbawa yang unggul, inovatif dan religius. Untuk mewujudkan visi ini dalam 5 tahun ke depan, JIWA akan melakukan misi yaitu meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur strategis dan mendukung industrialisasi sektor-sektor unggulan di bidang pertanian, peternakan, dan maritim.

Untuk Pertanian membangun irigasi, embung dan 1000 sumur bor dangkal, pembangunan Dermaga Alas, Badas dan Teluk Santong. Pengembangan LAR terpadu berbasis agribisnis. Meningkatkan daya saing perekonomian masyarakat melalui pengembangan desa unggul berbasis sumber daya lokal, dengan mengembangkan kawasan terpadu mandiri di wilayh timur Empang Plampang, Maronge, dan Labangka, sebagai pertumbuhan ekonomi baru. Kemudian memaksimalkan pengelolaan sumberdaya dan lingkungan hidup yang berkeadilan dan berkelanjutan. Meningkatkan kinerja birokrasi melalui tata kelola pemerintahan yang baik dengan membangun sinergisitas antara pemerintah dan masyarakat (civil society). (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.