Ketersediaan Daging Sapi di Pasar Modern Taliwang Kembali Normal

oleh -5 views

TALIWANG, SR (12/11/2015)

Ketersediaan daging sapi di Pasar Modern Taliwang kembali normal, Rabu (11/11). Aktifitas jual beli tampak terlihat sejak pagi, menyusul berakhirnya aksi mogok para pengusaha pemotongan ternak (Jagal, Red) wilayah Kecamatan Taliwang. “Tidak hanya ketersediaan daging, harga jualnya pun sudah kembali normal di Pasar Modern Taliwang,” terang Kepala Dinas Perikanan Kelautan dan Peternakan (DKPP) Sumbawa Barat, Ir H Abbas saat dikonfirmasi di di ruang kerjanya.

Menurut Abbas, pihaknya telah menindaklanjuti kelangkaan daging sapi di Pasar Taliwang dengan mengumpulkan pengusaha daging potong wilayah Taliwang dan Seteluk pada Selasa (10/11) kemarin. Salah satu hasilnya, pengusaha Taliwang bersedia menghentikan aksi mogok dan memulai pemotongan ternak guna mengakhiri kelangkaan daging sapi. “Sudah ada pertemuan dengan para pengusaha, dan mereka bersedia menghentikan aksi mogok dan mengawali pemotongan pada hari ini,” jelasnya.

Aksi mogok yang berdampak pada kelangkaan daging sapi selama beberapa hari di Pasar Modern Taliwang, didasari adannya pembelian ternak oleh pengusaha potong dari wilayah Seteluk kepada para peternak Taliwang, dengan harga yang berbeda atau lebih tinggi dari harga beli pengusaha Taliwang. Tindakan itu dianggap sangat merugikan karena imbasnya, peternak Taliwang mematok harga jual sesuai harga beli pengusaha dari wilayah Seteluk. Bagi pengusaha potong Taliwang, pembelian ternak ke petani oleh pengusaha Seteluk adalah suatu hal yang wajar, karena belum ada larangan dalam hal itu. Hanya, harga beli yang mereka tawarkan kepada petani akan membuat pengusaha potong Taliwang kesulitan dalam memasarkan daging sapi bila mengikuti harga beli yang selama ini diterapkan pengusaha Seteluk. Yang menjadi catatan, pengusaha Seteluk berani membayar dengan harga berbeda karena memiliki pangsa pasar hingga ke Pulau Lombok dengan harga jual yang cukup tinggi, sementara pengusaha Taliwang hanya berkutat di Pasar Modern Taliwang itupun dengan harga daging di kisaran Rp 90.000/Kg. “Itu adalah salah satu alasan mengapa pengusaha potong ternak Taliwang Mogok. Mereka menuntut penurunan kuota pengiriman daging ke luar daerah dikurangi, dan itu sudah disetujui dalam pertemuan kemarin,” papar Abbas.

Baca Juga  Warga Prode Kesal, Uang Sudah Diserahkan Listrik Belum Terpasang

DKPP Sumbawa Barat mencatat, sejauh ini hanya terdapat dua pengusaha potong ternak yang memiliki izin pengiriman daging ke luar daerah. Pengusaha dimaksud berada di wilayah Kecamatan Seteluk. Hasil pertemuan kemarin diputuskan, kuota pengiriman mereka mengalami perubahan yang semula masing-masing 10 ton menjadi 5 ton daging per bulan. (AR/KSB)

 

bankntb DPRD DPRD