Meski Lapor Presiden, Pemda Tetap Mengacu Nilai Apraisal

oleh -2 views
Jalan Samota

SUMBAWA BESAR, SR (08/11/2015)

Meski sejumlah warga telah melaporkan persoalan ganti rugi lahan yang dilalui pembangunan jalan lingkar utara Sumbawa atau dikenal dengan sebutan Jalan Samota ke Presiden RI Jokowi, namun Pemda Sumbawa melalui Bagian Aset, tidak bergeming. Pemda Sumbawa tetap mengacu pada hasil perhitungan Apraisal—lembaga independen, kendati mendapat penolakan sekitar 7 warga di Dusun Ai Bari dan sekitarnya. Atas laporan ini juga memaksa Tim Ombudsman turun ke Sumbawa untuk mengecek langsung persoalan tersebut dengan meminta klarifikasi ke sejumlah pihak terkait seperti BPN dan Bagian Aset. “Kami sudah menjelaskannya ke Tim Ombudsman, dan beberapa kali hearing di DPRD, Pemda tetap berpegang pada penilaian Apraisal. Harga tanah yang ditentukan lembaga inilah yang dijadikan acuan,” kata Kabag Aset Setda Sumbawa, Varian Bintoro S.Sos belum lama ini.

Menurut Varian, semua prosesnya sudah dilalui sesuai aturan. Pemda tidak bisa merubah dengan cara melebihkan nilai hasil penilaian tim Apraisal.  Disebutkan Varian, warga yang menolak ini meminta agar nilai tanahnya disamakan dengan warga lainnya di lokasi berbeda yaitu berkisar antara Rp 10 juta sampai Rp 12 juta per are. Sedangkan hasil perhitungan Apraisal atas lahan warga yang menolak ini sekitar Rp 1 juta lebih per are. Karenanya pihaknya tetap melakukan pendekatan secara persuasive karena pembangunan jalan tersebut untuk kepentingan umum. Jika hingga akhir tahun belum ada persetujuan, dana pembebasan lahan itu akan dititipkan di Pengadilan Negeri. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Diterima Gubernur NTB, Upin & Ipin Sumbang 542 Juta untuk Korban Gempa