Rakorda MUI NTB, Perkuat Aqidah untuk Kebangkitan Umat

oleh -6 views

SUMBAWA BESAR, SR (06/11/2015)

“Peningkatan Kinerja dan Penguatan Aqidah Islamiyah Menuju Kebangkitan Ummat yang Maju dan Berkualitas” adalah tema Rapat Koordinasi Daerah Majelis Ulama Indonesia Wilayah II Pulau Sumbawa Tahun 1473 H/ 2015 M. Kegiatan yang digelar di Hotel Dewi Sumbawa, Jumat (6/11) sore sekitar pukul 15.30 Wita, dihadiri Ketua umum MUI Provinsi NTB Prof Drs Saiful Muslim, Kapolres Sumbawa yang diwakili Kasat Intelkam AKP Hatta, S.IP, Bupati Sumbawa diwakili Asisten II Drs H Muhammading, Ketua KPU Sumbawa, Syukri Rahmat S.Ag, Ketua MUI Cabang Sumbawa Drs H Nadi Husain, dan Sekretarisnya H Faisal Salim S.Ag serta 60 orang tamu undangan.

Ketua MUI Sumbawa Drs H Nadi Husain dalam sambutannya menyebutkan ada beberapa persoalan yang harus diantisipasi. Di antaranya, masalah pendangkalan aqidah oleh beberapa oknum tertentu dengan sasaran utama adalah pelajar, dengan cara menyebarkan brosur-brosur yang melawan sunnah rasul. Untuk membentengi aqidah ini, MUI telah menyebarkan naskah khotbah di masjid-masjid untuk bisa disampaikan kepada masyarakat.

MUI Sumbawa 1Sementara Ketua Umum MUI NTB, Prof Drs H Saiful Muslim  mengakui mengelola organisasi memang banyak cobaan dan rintangan. Namun pihaknya dari MUI NTB dengan penuh semangat melaksanakan tugas-tugas yang sudah menjadi tanggung jawab untuk menjaga stabilitas Islam khususnya di Provinsi NTB. Diakuinya, darurat narkoba, HIV/AIDS dan penjualan manusia, makin marak terjadi. Selain itu penyebaran dan penjualan minuman keras di NTB yang semakin tidak terkendali. Karena itu Ia berharap Rakorda ini menjadi ajang evaluasi dari tugas-tugas yang pernah dilakukan pada tahun sebelumnya.

Baca Juga  Jambret Masih Beraksi

Prof Syaiful juga menyinggung hasil Munas MUI di Surabaya bahwa pengurus-pengurus yang ada dari tingkat pusat sampai kabupaten diharapkan menyatukan persepsi yaitu Islam yang Ahlusunnah Waljama’ah. Kondisi umat Islam secara Internasional dan khususnya di Indonesia dengan mencegah segala bentuk-bentuk penyimpangan seperti sparatisme, kapitalisme, ekstrimisme, dan radikalisme yang mengatas-namakan Agama Islam. Kemudian meningkatkan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Indonesia khususnya di daerah NTB ini guna menciptakan masyarakat yang tahan terhadap pengaruh-pengaruh penyimpangan yang mengatasnamakan Islam. Menciptakan kerukunan antar umat beragama sehingga terciptanya rasa toleransi yang tinggi dan menjauhkan dari terjadinya konflik antar umat beragama.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sumbawa diwakili Asisten II Drs H Muhammading mengharapkan kegiatan ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sehingga mampu membimbing dan membina umat Islam di NTB khususnya di Pulau Sumbawa.

Kemajuan teknologi dan kemajuan globalisasi dengan dominasi budaya barat, dapat merendahkan budaya dan pribadi bangsa Indonesia sehingga mempengaruhi kehidupan umat beragama khususnya umat Islam. Karena itu sangat perlu memahami peran yang dimiliki MUI agar dapat meningkatkan kinerja dan penguatan akidah Islamiah yang maju dan berkualitas. Bupati mengharapkan MUI Sumbawa dapat terus membantu pembangunan yang ada di daerah ini melalui pembinaan terhadap umat beragama khususnya umat Islam.

Kasat Intelkam Polres Sumbawa, AKP Hatta SIP
Kasat Intelkam Polres Sumbawa, AKP Hatta SIP

Kapolres Sumbawa diwakili Kasat Intelkam, AKP Hatta S.IP dalam Rakorda MUI ini menyampaikan paparannya berjudul “Peran Polres Sumbawa dalam Pencegahan Dini Konflik Sosial serta Upaya Pemeliharaan Kamtibmas”. Menurutnya, konflik sosial yang selanjutnya disebut konflik adalah perseteruan dan atau benturan fisik dengan kekerasan antara dua kelompok massa atau lebih yang berlangsung dalam waktu tertentu dan berdampak luas yang mengakibatkan ketidakamanan dan disentegrasi sosial sehingga mengganggu stabilitas dan menghambat pembangunan nasional.
Untuk mencegah terjadinya kasus konflik di wilayah Sumbawa, lanjutnya, Polres sumbawa dan jajarannya mengambil langkah-langkah. Yaitu melakukan pemetaan terhadap potensi konflik, pemberdayaan kearifan lokal (mengedepankan toga, toma, toda dan LSM). Selain itu mengedepankan polsek sebagai basis deteksi dini. Melakukan penggalangan, bimbingan dabn penyuluhan terhadap kelompok yang berpotensi konflik dengan mengedepankan Bapulbaket dan Babinkamtibmas. Salah satu contohnya adalah penanganan kasus pembunuhan gadis dalam karung yang nyaris memicu kerusuhan SARA Tahun 2014 di Sumbawa. Namun berkat upaya komunikasi yang tepat dan kerjasama dengan semua elemen masyarakat dan TNI akhirnya konflik tidak sampai terjadi. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD