Pak Boss: Shabu ini Dikendalikan Napi Rutan Dompu

oleh -2 views

SUMBAWA BESAR, SR (02/11/2015)

Ada hal yang mengejutkan dari pengakuan SA alias Pak Boss (46). Pengedar shabu-shabu asal Kelurahan Bugis Kecamatan Sumbawa yang tertangkap, Sabtu (31/10) ini, mengaku bahwa peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Sumbawa salah satunya dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Dompu. “Shabu yang saya peroleh ini dikendalikan oleh seorang narapidana dari Lapas Dompu,” kata Pak Boss—sapaan populer SA saat diwawancarai SAMAWAREA di Polres Sumbawa, Senin (2/11).

Dia menyebutkan, tiga poket shabu yang dijualnya ini berasal dari H—bandar narkoba yang kini mendekam di balik jeruji besi Lapas Dompu. Meski berada di balik penjara namun H masih bisa mengendalikan shabu itu keluar Lapas dan diedarkan melalui kurirnya ke sejumlah wilayah termasuk Sumbawa. Bisnis dengan H sudah dilakoninya beberapa kali. Bahkan Pak Boss mengaku kesal dengan H yang dianggap telah menipunya. Sebab dia sudah mengirim uang sebesar Rp 19 juta untuk beberapa poket shabu namun yang dikirim hanya sebagian kecil. Harga per gramnya dibeli seharga Rp 1,5 juta yang kemudian dipecah dengan keuntungan Rp 200 ribu per pecahan.

Barang bukti narkoba
Barang bukti narkoba

Pengenalannya dengan H diakuinya melalui DV—kakaknya yang berada satu sel dengan H di Lapas Dompu. DV sudah beberapa kali tertangkap dalam kasus yang sama, dan terakhir divonis 6 tahun penjara, lalu penahanannya dipindahkan ke Lapas Dompu. “Saya jual narkoba ini juga untuk membiayai hidup kakak saya (DV) yang mendekam di dalam penjara,” akunya.

Baca Juga  Presiden Jokowi Lantik Idham Aziz Sebagai Kapolri

Pak Boss mengaku menjadi pengedar sejak Tahun 2011 lalu. Dia juga mengaku sangat mengenal siapa-siapa pengguna narkoba di daerah ini yang berasal dari semua kalangan baik pejabat, pelajar, hingga tukang ojek. “Sangat banyak, tapi namanya saya rahasiakan,” demikian Alumni Fakultas Hukum sebuah universitas di NTB ini. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD