Ngurus Pasport, Seorang Pemuda Gunakan Dokumen Aspal

oleh -4 views

SUMBAWA BESAR, SR (31/10/2015)

Seorang warga yang diketahui berasal dari KSB menggunakan dokumen asli tapi palsu (aspal) saat mengajukan pengurusan passport di Kantor Imigrasi Klas II Sumbawa, Jumat (30/10) kemarin. Hal ini terungkap ketika pemuda berusia 20 tahun ini mengajukan protes karena petugas Imigrasi setempat belum juga memproses dokumen yang diajukan. Tidak terima dengan sikap petugas ini, pemuda tersebut terlibat cekcok dengan petugas yang menilai ada yang janggal dalam dokumen itu. Keributan ini terdengar hingga ke ruang Kepala Kantor Imigrasi, Drs Syarifullah yang kemudian keluar menemui pemuda dimaksud. Oleh Syarifullah, pemuda ini diinterview. Dari sinilah terungkap dokumen yan diajukan ternyata dipalsukan. Demikian dengan tujuan keberangkatannya juga direkayasa.

Menyesal, pemuda ini menangis di depan Kepala Imigrasi Drs Syarifullah
Menyesal, pemuda ini menangis di depan Kepala Imigrasi Drs Syarifullah

Hal ini diakui Kepala Kantor Imigrasi Klas II Sumbawa, Drs Syarifullah saat ditemui SAMAWAREA kemarin. Dari interview yang dilakukan, pemuda itu mengakui jika dokumen berupa KTP, Akta Kelahiran dan surat pengantar dari desa dipalsukan. Sebab sebelumnya dia tidak memiliki semua dokumen itu. Pemuda tersebut mendapatkan dokumen yang dijadikan persyaratan mengurus pasport dari seorang calo yang telah dibayar sebesar Rp 1 juta. Bukan hanya dokumen, tapi tujuan keberangkatannya ke Malaysia juga tidak jelas. Pasport yang diajukan untuk kepentingan kunjungan keluarga, padahal sebenarnya untuk bekerja. Sementara untuk passport tujuan bekerja harus ada dokumen atau rekomendasi dari dinas terkait. “Saat kami tanya siapa nama keluarganya di Malaysia dia tidak bisa menjawab bahkan pengakuannya berubah, katanya mengikuti sepupu ke Malaysia. Setelah didesak akhirnya mengaku juga kalau ke sana untuk bekerja,” kata Syarifullah—akrab pejabat ini disapa.

Baca Juga  Blok B dan C Pasar Seketeng Tuntas dan Megah, April 2020 Lanjut Blok A

Menurut Syarifullah, apa yang dilakukan pemuda ini berisiko hukum karena mengarah ke tindak pidana pemalsuan. Karenanya Ia telah meminta pemuda itu untuk mengurus dokumen yang sah dan melalui prosedur yang benar. Sebenarnya mengurus passport keluar negeri untuk kepentingan apapun sangat mudah. Asalkan pemohon memiliki dokumen yang lengkap dan asli, serta tujuan yang jelas, maka passport akan diterbitkan. Selain itu biaya pengurusan juga sangat murah hanya Rp 360 ribu, tidak semahal jika melalui perantara. Karena Ia berharap masyarakat dapat mengurusnya sendiri. Apabila belum jelas dan belum paham cara pengurusan, dapat menghubungi langsung petugas Imigrasi untuk diarahkan sesuai prosedur yang berlaku. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD