Kapolres Sumbawa Ajak Umat Hindu Amalkan Catur Marga

oleh -2 views

SUMBAWA BESAR, SR (29/10/2015)

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammad SIK tidak hanya melakukan lawatannya ke sejumlah tokoh di Sumbawa, namun juga ke beberapa tempat ibadah. Setelah melakukan Safari Jumat dengan menjadi khatib di beberapa masjid, giliran Pura Sukaduka yang dikunjungi lulusan Sespim Polri Angkatan 2012, Kamis (29/10). Di tempat ini AKBP Muhammad yang didampingi Kasat Intelkam AKP Hatta S.IP, Kasat Binmas IPTU Wirana dan Kapospol Kota AIPTU M Yusuf, melakukan silaturrahmi dengan Umat Hindhu yang tergabung dalam Parisada Hindu Dharma Kabupaten Sumbawa.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres berharap umat Hindhu yang berada di daerah ini dapat mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat. Kapolres mengingatkan umat setempat untuk mempedomani Catur Marga meliputi Bhakti Marga yaitu berbhakti dan bersujud  kepada Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan jalan kepatuhan. Kemudian, Jnana Marga Yoga Sivanada merupakan jalan pengetahuan. Sebab tanpa pengetahuan beribadah tidak akan benar. Untuk belajar tidak harus dari guru dan tidak harus formil tapi juga dari semua orang yang bisa memberikan manfaat dan ilmu pengetahuan yang positif. Selanjutnya, Karma Marga Yoga adalah jalan pelayanan tanpa pamrih, yang membawa pencapaian menuju Tuhan melalui kerja tanpa pamrih. Yoga ini merupakan penolakan terhadap buah perbuatan. Terakhir Raja Marga adalah jalan yang membawa penyatuan dengan Tuhan Yang Maha Esa, melalui pengekangan diri, pengendalian diri dan pengendalian pikiran. Ketika catur marga ini bisa diamalkan umat hindhu ungkap Kapolres, maka tidak akan ada perselisihan, percekcokan maupun konflik.

Baca Juga  Pembobol Rumdis Kalapas Mataram Tertangkap

Kapolres Sukaduka 1Dalam kesempatan yang sama, Kapolres menyinggung mengenai kerusuhan yang terjadi beberapa tahun silam. Menurutnya, kerukunan antar umat beragama harus tetap terjaga dan kerusuhan tidak boleh terjadi lagi karena menyebabkan hidup tidak nyaman dan tentram. Peristiwa yang lalu menjadi pengalaman berharga dan diharapkan menjadi pemicu semakin rekatnya hubungan persaudaraan.

Untuk terus membina hal ini, Polres Sumbawa memiliki program pembinaan rohani dan mental sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Program ini dilaksanakan setiap Hari Kamis yang dipandu oleh pimpinan agamannya, misalnya Islam dibina oleh Ustadz, Kristen oleh pendeta, hindu dan budha oleh tokoh agamanya. Tujuan dari program ini agar ada keseimbangan antara rohani dan jasmani, dunia dan akhirat. Hal ini sejalan dengan motto Sumbawa “Sabalong Samalewa” yang menggambarkan keseimbangan di dalam pembangunan maupun kehidupan masyarakatnya. Di bagian lain Kapolres menyampaikan terima kasih kepada warga hindhu yang selama ini telah ikut andil dalam menjaga keamanan dan kondusifitas daerah ini. Meski berasal dari Bali, mereka sudah menjadi Tau Samawa, dan sudah tidak ada lagi perbedaan antara warga pendatang dengan masyarakat asli di sini. “Mari kita bergandengan tangan, bahu membahu menjaga persatuan dalam menciptakan Sumbawa aman dan sejahtera,” ajaknya.

Sementara itu Ketua PHDI (Persatuan Hindu Darma Indonesia), I Made Suryadala menyambut gembira kunjungan Kapolres Sumbawa dalam rangka menjalin silaturrahim khususnya polisi dengan warga Hindu yang ada di Sumbawa. Ini adalah langkah awal yang baik dalam menyerap informasi dan aspirasi dalam upaya menjaga Sumbawa yang kondusif. Ia berharap silaturrahim ini tetap terjaga termasuk dengan antar umat beragama melalui wadah FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) guna terus membina kerukunan yang selama ini sudah terpelihara dengan baik. (JEN/SR) ‘

bankntb DPRD DPRD