Inilah Sang Juara Pacuan Kuda Danrem Cup 2015

oleh -27 views

SUMBAWA BESAR, SR (25/10/2015)

Pacuan Kuda Danrem Cup 2015 yang digelar sejak 17 Oktober lalu, berakhir Minggu (25/10). Event terbesar di Indonesia bagian timur ini melahirkan sejumlah juara baru. Bahkan sejumlah kuda yang memiliki nama besar harus tersingkir. Tradisi juara pun meregenerasi. Sedikitnya 15 kuda membawa pulang hadiah utama berupa sepeda motor. Sebut saja Soimah. Meski sudah pernah meraih juara pertama pada event serupa awal 2015, namun kuda milik Buyung Sebeweh ini boleh dikatakan pendatang baru. Sejak tampil di babak pertama Soimah tampil memikat dan diunggulkan. Benar saja, pada partai final Soimah membuktikan kehebatannya. Ketika box star dibuka, Soimah melaju kencang disusul Jablay milik Jek dan Magnum 2 milik drh Evi Dianawati. Kedua kuda ini adalah saingan terberatnya karena pada babak semi final mengalahkan Soimah. Soimah pun balas dendam dan berhasil mencapai finish lebih awal, mematahkan ramalan sebagian penonton yang memenuhi tribun. Ketika beberapa puluh meter akan mencapai finish Soimah dan Jablay nyaris masuk bersamaan. Soimah pun menjadi pembuka kemenangan di awal perlombaan babak final Kelas PEMULA. Di Kelas TK, Kotak Hitam mengulang prestasinya saat di babak semi final. Kuda milik Drh Haerul Jibril asal KSB ini konsisten di urutan pertama mengalahkan Pangeran kuda unggulan milik Doktor Zul DPR RI Jakarta dan Generator milik Saeful SE PLN Cabang Bima. Kelas OA tak kalah menariknya. Kunanti, kuda pendatang baru milik Bidan Titi asal Sabang Moyo Utara, berhasil meraih sepeda motor setelah mengalahkan Silver dan Lala Sri Banong. Lanjut ke Kelas OB, Salju tampil perkasa. Meski hanya tinggal selangkah disalip Parewa Junior dan Neng Ayu, namun kuda milik Heru Satria Ramdani SE Brang Bara Sumbawa, berhasil menyudahi pertandingan dengan kemenangan.

Saling salip juga terjadi di Kelas HARAPAN  A. Payung Mas yang berada di urutan ketiga ketika dilepas dari box star berusaha mengejar Cahaya milik Niko Bima dan Payung Hitam (Ridho Malili) yang berada di depannya. Manuver Payung Mas di tikungan lintasan berhasil sehingga menjadi yang pertama mencapai garis finish. Pemilik kuda Muksin Sebewe akhirnya menemui panitia untuk menerima satu unit sepeda motor.

King Ramadhan masih menjadi raja di kelasnya. Pada babak final di Kelas HARAPAN B, kuda milik Doktor Zul ini bersaing sengit dengan Pangeran (Jonathan Bima), Gardan Bhayangkara (Sania Bima), Ratu Quin (HM Izzul Islam Mataram), Mawar Merah (H Burhan Langam) dan Sang Diva (Edy Kalampa Bima). Awalnya Ratu Quin sempat memimpin, sementara King Ramadhan berada di urutan ketiga di belakang Pangeran dan Mawar Merah. Entah mengapa saat di tikungan pertama tiba-tiba Ratu Quin berlari lurus nyaris keluar lintasan, membuat dua kuda di belakang sedikit melambatkan. Kesempatan itu tak disia-siakan King Ramadhan yang kemudian menerobos dan memimpin perlombaan hingga garis finish. Masuk ke Kelas TUNAS A, Jaguar kuda milik Andre Berare yang diunggulkan harus puas di posisi kelima. Justru di kelas ini terlihat tiga kuda bersaing ketat yaitu Liberti, Tembak Jauh dan Labalong. Akhirnya Liberti yang merupakan kuda peranakan lokal Sumba ini membuktikan ketangguhannya. “Ini kuda andalan saya. Sudah dua kali Liberty bawa pulang sepeda motor,” aku pemilik kuda, H Adnan Abdullah—Ketua Pordasi Bima, bangga.

Baca Juga  Besok, Mensos RI Tinjau Korban Banjir Sumbawa

Kemudian Kelas TUNAS B, Putri Bima jauh meninggalkan lawan-lawannya. Tak henti-henti Nona Yeti Sumbawa selaku pemilik kuda yang berada di tribun penonton bersorak kegirangan. Berada di belakang Putri Bima adalah Kota Intan milik Jabin Maronge dan Bintang Film (Dedi Langam).

Sementara di Kelas TUNAS C, Bintang Nagari tampil gemilang. Kuda yang telah difavoritkan sejak awal karena dari putaran pertama, kedua, dan semi final  selalu menjadi juara pertama. Pada babak final kemarin, kuda berwarna monca montok ini kembali membuktikannya, meski sang pemilik Kolonel CZI L Rudi Irhan Srigede—Danrem 162/WB Mataram tidak sempat menyaksikannya karena terlambat datang dari Mataram. Berada di urutan kedua Ratu Ayu milik Sania Bima, dan ketiga Angin Topan milik Adam Rasa Pasuruan Jatim.

Perlombaan semakin menarik. Kuda-kuda besar yang tergabung di Kelas DEWASA mulai masuk arena. Putri Ayu milik Sania Bima, berhasil unggul dari sejumlah kuda saingan terberatnya di Kelas DEWASA A. Putri Ayu sempat keteter di tikungan kedua, nyaris didahului Sandang Pangan milik H Hamzah Boal dan terkejar Sinar Tani (Rama Langam). Namun lajunya yang konsisten membuat kuda berwarna monca malam ini berhasil membawa pulang sepeda motor.

Di Kelas DEWASA B menjadi kelas favorit pecinta kuda. Sebab di kelas ini kuda legenda, Gadis Villa tampil bersaing dengan sejumlah kuda jawara yang mampu melenggang ke final. Si Pitung salah satunya yang berambisi untuk mencatat sejarah. Dua kuda ini bahkan nyaris masuk finish bersamaan. Beruntung mocong Gadis Villa kuda milik Doktor Zul ini lebih menjorok ke garis finis. Si Pitung—kuda milik Lionen Sape Bima harus puas di urutan kedua, disusul Gadis Permata (H Ilham Banjarmasin).

Baca Juga  Pemuda KSB Blokir Jalan Menuju Otak Kris, Ini Tanggapan Bupati

Sayangnya Cahaya Villa tak bisa mengikuti jejak Gadis Villa saudara sekandangnya. Kuda milik Doktor Zul yang turun di Kelas DEWASA C berada di urutan ketiga mengekor di belakang Masa Depan milik Irma Ramdani Kota Bima. Meski demikian kekecewaan terobati karena Angin Laut yang juga saudara sekadangnya mampu memperbaiki keadaan dan berhasil mengungguli Masa Depan.

Selanjutnya Kelas DEWASA D, Sejati mampu mempertahankan prestasinya saat di babak semi final. Di final, kuda milik Adel Dusun Omo Penyaring ini mengalahkan Nona (Muamar Satriadi Sumbawa) dan Kalistan (Lionen Sape Bima). Beralih ke Kelas DEWASA E, Warior Apalosa tak tertandingi. Kuda milik H Naim Mataram tersebut jauh meninggalkan lawan-lawannya termasuk Mimbar Alam dan Blek Raider yang berada di urutan kedua dan ketiga. Terakhir Kelas DEWASA E, Pos Saidon menutup kemenangan babak final tersebut. Kuda berwarna monca belalak milik Sun Sun Praya Loteng, berhasil menjadi yang terdepan tak terkejar Mustang (Kristoper Bima) dan CBR milik Berlian Rayes Utan. Sementara Putra Laba-laba milik H Husni Jibril B.Sc—calon Bupati Sumbawa berada di urutan kelima mengekor di belakang King Dancer milik Darwis Utan.

Perlombaan final pacuan kuda Danrem Cup 2015 ini dihadiri langsung Danrem 162/WB Mataram, Dr H Zulkieflimansyah M.Sc anggota DPR RI, Komisioner OJK, Direksi Bank Indonesia, Direktur Bursa Efek Indonesia, Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK, Dandim 1607 Sumbawa Letkol Inf Agus Supriyanto, Wakil ketua DPRD Drs A Rahman Alamudy SH M.Si dan perwakilan pemerintah daerah dari kabupaten/kota di NTB. Menariknya, seribuan penonton diajak makan nasi bungkus bersama Danrem 162 WB Mataram yang diperoleh dari sekitar 30-an warung setempat. Tak hanya itu 15 penonton berhasil mendapatkan doorprize masing-masing uang tunai Rp 500 ribu, termasuk tiga di antaranya meraih televisi berwarna 21 inch dan sepeda dayung. Ini diberikan setelah mereka berhasil menjawab pertanyaan OJK mengenai ciri dan cara mengenali uang asli dan palsu. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.